ADAKAH.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan Pasar Rakyat Baluluq Lingau (Eks Pasar Dayak). Pasar yang dahulu berada di pinggir jalan kini memiliki lokasi baru dengan banyak fasilitas.
Pemkot Samarinda sudah merencanakan pengembangan pasar tersebut sejak tahun 2021. Namun pengerjaan dimulai tahun 2022 dan akhirnya rampung tahun 2023 ini. Pembangun Pasar Rakyat Baluluq Lingau ini menyerap anggaran sebesar Rp6,3 miliar.
“Ini momentum yang sudah lama sekali ditunggu masyarakat adat dayak. Dulu boleh dikatakan PKL, karena tempatnya sangat tidak layak, di pinggir jalan dan boleh dianggap kurang manusiawi penempatannya,” ujar Andi Harun dalam sambutan peresmian dihadapan para pedagang, Rabu (8/2/2023).
Andi Harun menerangkan, keberadaan pasar memiliki makna penting bagi kehidupan sosial. Seperti halnya Pasar Rakyat Baluluq Lingau, tempat ini akan berfungsi bukan saja untuk aktivitas jual beli semata, namun pasar juga adalah tempat silaturahmi masyarakat.
“Silaturahim, the poin of meeting, tempat kita bertemu, itulah yang menyebabkan sampai kapanpun, pasar offline tetap dibutuhkan,” terangnya.

Selain makna sosial, pria yang mendapat nama kehormatan Baluluq Lingau dari Dewan Adat Dayak Kaltim itu menyatakan keberlangsungan pasar menjadi salah satu bagian yang menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara kapasitas, pasar ini dapat menampun ratusan lapak. Saat ini sudah tercatat 100 lapak. Selanjutnya akan dilakukan penambahan lapak untuk mengakomodir 71 pedagang lainnya yang belum kebagian lapak.
Selain penambahan lapak, Pemkot Samarinda melalui Disdag akan membangun saluran pembuangan limbah, terutama limbah hewani. Namun ihwal itu menunggu pembangunan IPAL baru di wilayah Samarinda Utara.
“Kita ingin mencontohkan bahwa kita bisa memiliki pasar yg bersih, selema ini pasar-pasar itu limbahnya selalu menyasar ke drainase lalu ke sungai. Akibatnya sungai tercemar karena tidak ada IPAL,” jelas orang nomor satu di Samarinda.
Pada kesempatan itu, wali kota mengajak seluruh masyarakat mensukseskan pembangunan nasional di daerah dengan mengutamakan persatuan dan menjunjung keberagaman.
“Bangsa yang bisa bersatu maka dapat maju, persatuan itu penting,” pungkasnya.
(Adv/Sam)
