ADAKAH,ID, SAMARINDA – Tepat di area tepian Mahakam, depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) ada dugaan praktik parkir ilegal di luar ketentuan.
Hal tersebut diketahui setelah Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) mengirim surat aduan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
Kepala Bidang (Kabid) DLLAJ Dishub Samarinda, Vincent Hari Prabowo menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan aparatur penegak hukum untuk menertibkan aktivitas tersebut.
Hari menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan investigasi aktivitas parkir di luar ketentuan tersebut terjadi di atas 21.30 Wita.
Ia manyatakan, hal tersebut terjadi diluar dari kesepakatan yang telah dijalin antara Pemkot Samarinda melalui organisasi perangkat daerah terkait bersama para pedagang Tepian Mahakam. Disepakati jam aktivitas dagang dibuka dari pukul 16.00 hingga 21.30 Wita.
Dan lokasi perparkiran telah ditetapkam berada di jalan Semeru dan Merapi.
“Jadi sikapnya, akan dilakukan kegiatan bersama dengan aparatur penegak hukum,” tegasnya kepada awak media melalui sambungan telepon, Selasa (2/8/2022) usai rapat tindak lanjut Jukir Liar, Pungli, Premanisme di Kawasan tepian Mahakam yang digelar Balaikota melibatkan Polresta Samarinda dan OPD terkait.
Diketahui, selama ini bibir jalan dijadikan lokasi parkir, yang mengakibatkan peyempitan jalan, kerab menimbulkan kemacetan lantaran padatnya kendaraan.
Untuk itu, ketentuan tersebut bermaksud untuk menjaga rupa Tepian Mahakam agar tetap indah dan nyaman, juga memastikan keamanan pengunjung maupun pengguna jalan dari potensi kecelakaan lalu lintas.
“Jadi aktifitas tersebut harus dikembalikan lagi kepada aturan mainnya, sampai jam 21.30 itu aja, kalau ada kegiatan lainnya setelah itu ya mestinya OPD terkait untuk bertanggungjawab, langsung membubarkan,” terang Hari.
Sangat disayangkan aktifitas parkir liar tersebut membuat salah satu tampat wisata kebanggaan kota Tepian kembali tak rapi. Menurut laporan DLH Samarinda beberapa titik taman rusak, bahkan beberapa fasilitas rusak dan hilang.

Akan hal tersebut, Hari menghimbau masyarakat agar saling menjaga ikon Samarinda tersebut.
“Karena ini memang milik kota Samarinda terutama masyarakatnya sendiri, apalagi ini tempat untuk refreshing dan piknik keluarga, ya harus dijaga agar berlangsung baik dan nyaman disitu, saling mengingatkan manakala ada orang yang melakukan perusakan,” pintanya.
Dikonfirmasi terpisah, Pengurus IPTM, Hans Meiranda Ruauw membenarkan pihaknya telah mengadukan terkait aktivitas yang meresahkan tersebut.
Sudah dari jauh hari, pihaknya melakukan pendekatan secara persuasif kepada para oknum-oknum jukir tersebut. Namun demikian upaya baik tersebut tidak diindahkan.
“Jadi beberapa waktu lalu, saya bersama pengurus membuat surat pengaduan adanya jukir liar di Tepian Mahakam yang cukup meresahkan, karena melanggar aturan yang sudah dibuat pemerintah kota, khususnya zero tolerans,” ungkap Hans
Lanjut Hans, pihaknya ingin dinas terkait dapat segera memberikan respon nyata, terutama melakukan tindakan terukur guna mengembalikan kondisi Tepian Mahakam tertib, aman dan nyaman bagi pengunjung.
Terlebih juga kepada para pengunjung, Hans mengigatkan agar dapat menaati ketentuan, tidak dibenarkan memarkir kendaraan di tepi jalan, karena bisa menimbulkan kemacetan, potensi kecelakaan, dan kerusakan lingkungan taman.
“Kami sebagai pengelola pedagang dan pengurus IPTM merasa bertanggungjawab juga terhadap kenyamanan, ketertiban baik dari segi pedagang maupun lalu lintas,” jelasnya.
Kepada Adakah.id, Hans mengutarakan fenomena jukir liar yang menjamur itu tak terlepas dari kehadiran pedagang yang beraktifitas di atas jam 21.30. Sehingga menjadi ruang yang dimanfaatkan oknum-oknum mencari peruntungan.
Akan hal tersebut, Hans juga berharap pula kepada pemerintah kota (pemkot) agar dapat kembali melakukan penertiban kepada pedagang-pedangan yang tidak mengikuti aturan yang berlaku. Sebab, ia kuatirkan pedagang binaan pemerintah terpancing untuk melanggar aturan terkait jam operasional.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengirimkan surat kepada pemkot khususnya merespon pedagang liar dari depan kantor Gubernur sampai ke arah Korem. Karena semua yang terjadi hari ini tidak terlepas dari aktifitas pedagang itu, yang buka di tengah malam,” pungkasnya. (Sam)