ADAKAH.ID, SAMARINDA — Dewan Pimpinan Pusat Persekutuan Suku Asli Kalimantan menggelar seminar budaya dalam rangka milad ke-21 tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam merawat dan menguatkan warisan budaya Kalimantan Timur di tengah arus modernisasi.
Seminar menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata, penggiat budaya, serta tokoh adat. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, generasi muda, pelaku seni, dan pemerhati budaya. Forum ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Ketua Umum DPP Pusaka Kaltim, Abdunnur, menyebut kegiatan ini sebagai kontribusi nyata organisasi dalam memperkuat pemahaman lintas generasi terhadap budaya lokal.
“Hari ini kami melaksanakan seminar warisan budaya Kalimantan Timur sebagai bagian dari milad ke-21 Pusaka. Ini kontribusi kami untuk budaya Kalimantan, khususnya Kaltim,” ujarnya, pada Sabtu (14/2/2026) di ruang Mancong Hotel Mesra Samarinda.
Generasi Muda Didorong Merawat Identitas Budaya
Abdunnur menekankan pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh penggiat dan tokoh adat. Generasi muda harus dilibatkan secara aktif agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang.
Menurutnya, budaya merupakan bagian dari peradaban yang menopang pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal. Ia menilai penguatan budaya daerah akan berdampak pada stabilitas sosial dan memperkuat kohesi masyarakat di Kalimantan Timur.
“Budaya ini bukan hanya milik pemerhati atau pelaku budaya, tapi juga generasi muda kita. Mereka harus menjaga dan merawat warisan budaya Kaltim untuk membangun peradaban dan mendukung pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal,” katanya.
Harapan Dukungan Pemerintah dan Penguatan Nilai Kebangsaan
Pusaka Kaltim juga berharap pemerintah meningkatkan perhatian terhadap kegiatan kebudayaan di daerah. Dukungan kebijakan dan program pemberdayaan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan aktivitas budaya.
Abdunnur menyebut budaya dapat menjadi media pemersatu di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nilai lokal yang dijunjung tinggi diyakini mampu memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan budaya dan kearifan lokal di Kalimantan Timur, stabilitas daerah bisa terjaga dan seluruh unsur masyarakat dapat semakin kuat dalam satu kesatuan NKRI,” tegas Rektor Universitas Mulawarman itu.
