ADAKAH.ID, SAMARINDA – Massa aksi Mahasiswa yang tergabung Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat (MAHAKAM) secara damai membubarkan diri setelah tuntutan diterima ketua DPRD Kaltim. Meski demikian, Humas unjuk rasa, Hasbi mengancam aksi mahasiswa akan kembali apabila tuntutan tidak diakomodir.
Sebelumnya, situasi unjuk rasa mulai memanas, lantaran tidak kunjung direspon. Kendati itu, sempat terjadi gesekan diantara massa unjuk rasa dengan pihak aparat keamanan, tepat di depan pagar gedung wakil rakyat, jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Senin (11/4/22).
Sekitar 16.2O WITA, ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK ditemani Wakil Ketua DPRD, Sigit Wibowo, Seno Aji serta beberapa anggota dewan lainnya, pada akhirnya menemui massa unjuk rasa.
“Saya mendukung penuh unjukrasa mahasiswa. Yang penting semua tertib,” kata Makmur.
Secara terbuka Makmur menyatakan simpatinya terhadap tiga tuntutan aliansi MAHAKAM. Diantaranya menolak kenaikan bbm, kenaikan PPN 11 persen dan menolak penundaan pemilu 2024 dan wacana 3 periode Jokowi. Makmur meyakinkan mahasiswa, pihaknya akan meneruskannya kepada pemerintah pusat.
Walhasil, untuk menjamin pernyataan wakil rakyat, mahasiswa mengajukan nota kespahaman untuk di tanda tangani bersama. Bahkan, Makmur yang mewakili seluruh anggota dewan memberi cap resmi DPRD.
Setelah terjalin kespakatan diantara kedua pihak, Makmur kembali ke kantor DPRD Kaltim dan massa aliansi MAHAKAM secara damai membubarkan diri.
Sementara massa aksi berjalan pulang, Hasbi Moa melalui pengeras suara, menegaskan akan terus mengawal tiga tuntutan hingga tercapai.
“Jika tak ada perkembangan satu minggu dari sekarang. Kami akan kembali turun aksi,” tutupnya. (*)
