ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur (Kutim) sengaja didesain untuk meningkatkan ekonomi dan pembangunan Kaltim. Otomatis, dari segi investasi juga ikut berpengaruh.
Mengacu pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kutim 2013-2032, KIPI Maloy memang diprioritaskan sebagai kawasan industri yang mengakomodasi kecenderungan peningkatan transaksi global.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto menjelaskan, KIPI Maloy bakal dikembangkan untuk meningkatkan ekspor komoditas dan produksi utama.
“Termasuk mempermudah impor bahan baku untuk proses produksi di tanah air,” ujar Puguh.
Kendati begitu, kawasan industri tersebut juga perlu ditunjang dengan zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, zona pengembangan teknologi. Serta zona ekonomi lainnya seperti zona perdagangan dan zona pelayanan.
Dia menyebut, zona industri yang terintegrasi dengan KIPI Maloy akan diutamakan untuk industri yang sifatnya lebih ke pengembangan industri dasar dan manufaktur. Khususnya untuk yang bergantung dengan sumber daya lokal.
“Potensi industri ini dikembangkan dengan melihat potensi ekonomi unggulan lokal (sektor kunci di masing-masing kabupaten dan kota). Keterkaitan antar industri dan input atau output antar sektor,” sambung Puguh.
Dia juga menjelaskan, hal tersebut berkaitan erat dengan industri yang cenderung menggunakan sumber daya dan material teknik lokal. Lalu mengembangkan keterkaitan antar pusat industri dengan dukungan infrastruktur wilayah.
“terutama yang tersebar di Kutim, Kukar, Kubar, dan Bontang,” tandas dia.
(adv/dpmtpspkaltim/yas)
