ADAKAH.ID, SAMARINDA – Tidak seorang manusia bisa memilih dilahirkan.
Apakah dilahirkan kepada keluarga kaya atau miskin.
Seperti halnya pemain sepak bola dunia Lionel Messi. 24 Juni 1987, Kapten timnas Argentina itu lahir di Rosario dari pasangan Jorge Horácio Messi, seorang pekerja pabrik besi.
Sementara ibunya Celia María Cuccittini adalah seorang buruh cuci paruh waktu.
Dari garis keturunan ayahnya, ia berasal dari Ancona, sebuah kota di Italia, di mana leluhurnya, Angelo Messi, hijrah ke Argentina pada 1883.
Messi juga memiliki sikap yang peduli dengan kondisi sosial.
Menurutnya, masyarakat berhak mendapat fasilitas publik yang layak dan negara wajib memberikan.
Perhatiannya terhadap pendidikan terlebih kepada anak – anak juga tidak kalah besar. Menurutnya, pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan taraf hidup dan derajat lebih layak.
Kendati kehidupan keluarga sulit, bersama ayahnya diumur 13 tahun ia hijrah ke Barcelona dan menjadi skuad sejak usia muda.
Langkah pindah Messi itu menjadi awal kondisinya dan keluarganya semakin membaik selain kesehatannya yang kian pulih dari kurangnya hormon pertumbuhan.
Hingga saat ini, Messi menjadi bintang sepak bola dunia dan berkecukupan.
Sebagai informasi, Messi mempunyai dua orang kakak laki-laki, Rodrigo dan Matías, dan seorang saudara perempuan, María Sol.
Rosario adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Santa Fe, Argentina dan merupakan ibu kota Departamento Rosario (Departemen Rosario).
Kota ini adalah kota terbesar ketiga di Argentina dari jumlah penduduk dan letaknya sekitar 310 km di sebelah barat laut ibu kota Argentina, Buenos Aires.
Terletak di tepi barat Sungai Paraná, Rosario adalah salah satu pusat perkeretaapian yang besar dan pusat pelayaran untuk wilayah barat laut Argentina.
Di usia lima tahun, Messi mulai bermain sepak bola untuk Grandoli, klub sepak bola lokal yang dilatih ayahnya sendiri.
Pada 1995, Messi bergabung dengan Newell’s Old Boys yang berbasis di kampung halamannya, Rosario.
Meski tak banyak klub besar Argentina yang bermarkas di Rosario, kota tersebut tetap memiliki rivalitas panas dua klub yang bermarkas di sana.
Newell’s Old Boys dan Rosario Central merupakan dua klub besar yang berbasis di Rosario. Rivalitas keduanya mampu memecah kota tersebut menjadi dua kubu dengan masing-masing penggemar dijuluki Lepers dan Scoundrels.
Persaingan tersebut terjadi karena sekitar 100 tahun lalu, dua klub tersebut mendapat undangan untuk bermain di pertandingan amal untuk penderita penyakit Hansen atau lepra. Tetapi Rosario Central tidak mengindahkan undangan tersebut hingga akhirnya mereka dijuluki Scoundrels yang berarti orang kurang ajar. Sementara Newell’s Old Boys dijuluki sebagai Lepers yang berarti penderita lepra karena mereka berpartisipasi untuk amal tersebut.
