ADAKAH.ID, SAMARINDA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda, kembali menerapkan layanan kunjungan secara tatap muka.
Diketahui, terhitung 2 (dua) tahun 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya pembatasan aktivitas kunjungan ke lapas, lantaran mencegah warga binaan terpapar virus corona yang mematikan. Akibatnya tak ada sama sekali kunjungan.
Kepala Lapas Kelas II A Samarinda, Mohammad Ilham Agung menyebutkan bahwa diterapkannya kunjungan tatap muka memiliki pelbagai syarat yang wajib dipenuhi. Syarat paling utama, pengunjung harus merupakan anggota keluarga inti.
“Kalau dulu, sepanjang dia (pengunjung, Red) ingin bertemu, baik temen, bahkan pacar, masuk saja. Tapi kalau sekarang memang dibatasi hanya keluarga inti saja,” tegas Ilham sapaanya kepada Adakah.id, Selasa (5/7/22)
Ilham menjelaskan, tak akan ada celah manipulasi data, sebab pihaknya telah memegang data warga binaan beserta keluarganya. Sehingga apabila ada yang mengaku keluarga inti, pasti data KTP pengunjung akan terverifikasi sistem.
Syarat selanjutnya, pengunjung wajih telah melaksanakan vaksin ketiga (booster). Sebabnya para petugas Lapas Kelas II A Samarinda, selain memeriksa kesesuaian data keluarga inti, melalui Nomor Induk Penduduk (NIK) itu pula akan diperiksa status vaksinasi pengunjung.
“Kalau ada alasan, misalnya Handphone (HP) pengunjung rusak, maka petugas di depan akan membantu menginput NIK ke situs resmi Peduli Lindungi, pasti terlihat jika vaksin sudah lengkap,” jelasnya.

Perlu diketahui, jadwal kunjungan terbagi 2 (dua) waktu, pagi pukul 09.00 – 11.00 Wita dan siang pukul 13.00 – 14.20 WITA. Selain waktu, blok juga mendapat jadwal giliran per harinya hanya 2 blok, khusus hari Sabtu terdapat 3 blok. Sementara hari Jumat, kunjungan ditiadakan.
Disebutkan jumlah kunjungan pada hari pertama (4/7) diberlakukan kunjungan tatap muka terhitung ada 6 orang, dan pada hari kedua (5/7) sebanyak 9 orang.
Kalapas Kelas II A Samarinda itu berharap kepada keluarga warga binaan agar mempersiapkan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Apabila bukan dari keluarga inti, hanya dapat menitipkan makanan. (Sam)
