ADAKAH.ID, SAMARINDA – Betapa bangganya masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki Stadion Utama Palaran yang berlokasi di Kecamatan Palaran, Samarinda. Namun sayangnya kini pusat olahraga megah itu semakin tidak terurus.
Stadion Utama Kaltim yang bisa menampung 67.075 penonton itu telah mangkrak setelah perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2008 silam.
“Belasan tahun mangkrak sejak PON 2008 lalu. Sekarang kondisinya jarang digunakan,” ujar Marthinus, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kepada awak media.
Marthinus meminta pemerintah provinsi, sebelum berakhirnya kepemimpinan Isran Noor – Hadi Mulyadi dapat merumuskan solusi tepat. Ia mengaku sudah menerima banyak masukan hinngga kritikan menyoal kondisi Stadion yang memiliki luas 88 hektare itu.
“Permasalahan ini harus dibicarakan secara intens,” katanya dengan raut penuh keyakinan.
Politisi PDI Perjuangan itu mengutarakan, sangat merugi apabila aset provinsi yang telah menyerap biaya Rp800 miliar tersebut tidak dioptimalkan.
Marthinus optimis, jika pemprov menjalin kerjasama pihak ketiga. Selain dapat menstimulus pengembangan dan pemeliharaan, juga bakal menuai manfaat ekonomis.
Ia membayangkan, di komplek Stadion Utama Kaltim itu menggandeng pihak swasta seperti, Indomaret atau bahkan penyedia makanan siap saji McDonald’s dan seterusnya. Menurutnya akan menarik minat masyarakat untuk datang. Bahkan investasi lainnya.
“Itu menurut pendapat pribadi saya. Dan kalau bisa dikelola sepenuhnya pihak swasta” tegasnya.
Besar harapan, kata Marthinus, usulannya itu masuk dalam daftar pembahasan Panitia Khusus (Pansus). Sehingga akan lahir pula kajian yang komperhensif.
“Kan harapannya dulu, stadion ini bisa seperti stadion Inter Milan dan banyak dikunjungi masyarakat seluruh Dunia,” ungkapnya.
(Adv/DRPD Kaltim/Sam)
