ADAKAH.ID, SAMARINDA — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Samarinda kembali menarik perhatian publik setelah Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, menyoroti kurangnya perhatian pemerintah provinsi terhadap sekolah tersebut.
Menurut Darlis, selama 43 tahun berdiri di kawasan Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, SMAN 4 belum pernah menerima dana pembangunan dari APBD Kaltim. “Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi soal keadilan pendidikan. Sulit diterima akal bahwa sekolah negeri di ibu kota provinsi tak mendapatkan alokasi dana dari APBD,” ujar Darlis, Senin (28/7/2025).
Kasus SMAN 4, kata Darlis, menunjukkan ketimpangan nyata fasilitas pendidikan, bahkan di pusat Benua Etam. Sementara beberapa sekolah di pusat kota memiliki gedung bertingkat dan fasilitas modern, SMAN 4 masih berjuang dengan sarana dasar. “Sekolah lain sudah megah dan lengkap, sementara SMAN 4 belum memiliki ruang belajar yang memadai. Ini adalah ketidaksetaraan struktural yang harus segera diatasi,” tegasnya.
Darlis menambahkan bahwa lokasi SMAN 4 yang berada di sekitar rawa dan permukiman padat menjadi salah satu faktor kurangnya perhatian. Namun ia menegaskan bahwa kondisi geografis bukan alasan untuk mengabaikan kebutuhan pendidikan. “Solusinya adalah adaptasi teknis, misalnya membangun gedung panggung daripada mengurug lahan. Ini bukan pembiaran, tapi pendekatan yang tepat,” jelasnya.
Politisi DPRD ini meminta pembangunan SMAN 4 menjadi prioritas dalam APBD Perubahan 2025. Ia berjanji akan mendorong anggaran yang memadai agar siswa dan guru di SMAN 4 tidak lagi mengalami keterbatasan fasilitas. “Puluhan tahun mereka bertahan dengan minimnya fasilitas. Ini menyangkut ratusan siswa dan guru yang hidup dalam ketimpangan,” ujarnya.
Darlis menekankan bahwa pendidikan harus menjadi hak semua sekolah negeri, tidak hanya sekolah unggulan di pusat kota. “Kalau ingin SDM yang unggul, pendidikan harus adil dan menyasar semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi,” pungkasnya.
(adv/dprdkaltim/o)
