Instagram, SAMARINDA – Apel peringatan hari jadi Partai Gerindra ke 14 digelar Dewan Pimpinam Daerah (DPD) Kalimantan Timur (Kaltim) di Lapangan Gor Segiri, Samarinda. Minggu, (6/2/22).
Sekira 600 kader hadir dalam momentum penting Partai Gerindra, mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga ranting partai.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan sikap dan kesiapan mendukung ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menduduki kursi Presiden 2024.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Gerindra Kaltim, Andi Harun saat wawancarai awak media usai Apel.
“Kita ingin menang, sebagai sebuah partai harus punya cita-cita untuk menang. Oleh sebab itu untuk menjadi partai pemenang harus kerja keras, kerja ikhlas, dan kita harus selalu bisa membuktikan pada rakyat bahwa kita pantas untuk dimenangkan oleh rakyat,” terangnya, Minggu (6/2/2022).
Tentunya, lanjut AH, membeberkan bahwa seluruh kader akan memenagkan dan memperjuangkan ketua umumnya itu menjadi presiden.
“Kami ingin Pak Prabowo menjadi presiden Republik Indonesia berikutnya,” bebernya.
Namun demikian, AH mengakui bahwa pimpinan partainya tersebut belum sempat menyatakan sikap untuk maju dalam pertarungan elektoral 2024. Menurutnya, Prabowo Subianto akan patuh pada keputusan partai.
“Walau Pak Prabowo belum menyatakan sikap. Beliau taat dengan keputusan partai yang nantinya diputuskan melalui rapat kerja nasional,” ujarnya.
Tak sekadar menyatakan kesiapan dukungan, AH pun menyampaikan bahwa jajarannya tengah menyusun kekuatan mulai dari tingkat provinsi hingga basis Partai berlogo kepala Garuda itu.
“Kita akan memperkuat struktur partai dari provinsi hingga ranting, serta anak ranting, jika kita mampu mengkonsulidasi struktur partai, ditambah dengan aktifnya secara maksimal seluruh kader di semua tingkatan,” ungkapnya.
“Kami akan menyajikan program yang pro rakyat, melakukan kegiatan yang dibutuhkan rakyat,” tandasnya.
Dan lagi, sambungnya, agar dapat menjadi satu kesatuan mesin pemenangan Partai Gerindra pada pemilu 2024, AH akan pastikan kesiapan petugas teknis pemilu, hingga para calon yang menjadi pilihan partainya.
“Mulai dari petugas taknis pemilu, lalu baik calon legislatif, maupun calon kepala daerah, serta saksi partai dan relawan partai di semua tingkatan,” pungkasnya. (Sam)
