Lompat ke konten utama

DPRD Samarinda Novan Syahroni Tegaskan Proses Hukum Jalan Tanpa Tinggalkan Hak Pendidikan Dasar

Caption: Ketua Komisi 4 DPRD Samarinda, Novan Syahroni Pasie.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menegaskan penanganan anak yang terseret dalam kasus narkoba harus dilakukan secara tegas, namun tetap menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depan mereka.

Hal itu disampaikan Novan kepada awak media, Senin (7/9/2026), ditanya soal hasil pembahasan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda dan Dinas Pendidikan terkait penanganan anak yang menyalahgunakan narkoba.

Novan menyatakan, apabila proses hukum memang harus berjalan, maka penanganannya wajib mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau itu memang proses hukum yang berjalan, ya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Novan.

Kendati demikian, Novan menegaskan proses hukum tidak boleh serta-merta menghilangkan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan, terlebih anak yang terlibat masih menempuh jenjang pendidikan tingkat pertama (SMP).

Ia menyebut, apabila hasil asesmen menunjukkan perlunya tindakan rehabilitasi, maka langkah tersebut harus segera ditempuh tanpa mengorbankan akses belajar anak.

“Apabila ini memang perlu dilakukan rehabilitasi, maka dilakukan rehabilitasi. Tapi dengan catatan tidak memutus kesempatan mereka untuk belajar,” tegasnya.

Novan menekankan pemberian kesempatan melanjutkan pendidikan bukan bentuk pembenaran atau normalisasi atas tindak pidana yang dilakukan. Sebaliknya, hal itu merupakan upaya pembinaan agar anak mampu memperbaiki karakter dan masa depannya.

“Bukan kita menormalisasi apa yang telah mereka lakukan, tapi bagaimana hari ini karakter mereka dapat berubah sehingga tetap diberi kesempatan menempuh jalur pendidikan, baik itu di tempat rehabilitasi ataupun tidak,” jelasnya.

Selain aspek hukum dan pendidikan, Komisi IV DPRD Samarinda juga mendorong penguatan pengawasan di lingkungan tempat tinggal anak. Menurut Novan, pergaulan dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh dominan terhadap perilaku serta tumbuh kembang anak.

“Kami juga mendorong pihak-pihak lain untuk turut serta melakukan pengawasan, khususnya di area lingkungan tempat tinggal. Jangan sampai hal serupa kembali terjadi pada anak-anak kita,” pungkasnya. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+