Disdamkar Matan Kukar Siapkan In House Training, Tingkatkan Kompetensi 120 Petugas Pemadam

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.
Caption: Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan pelaksanaan In House Training sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi para petugas pemadam.

Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pelatihan ini akan difokuskan pada Diklat Pemadam 1, yang merupakan sertifikasi dasar wajib bagi seluruh petugas pemadam kebakaran.

“Pemadam 1 itu wajib sertifikasinya bagi petugas pemadam kebakaran. Pelatihnya nanti orang-orang profesional yang sudah pernah pendidikan di Korea dan Jepang,” tegasnya

Fida, yang akrab disapa Afe, menjelaskan bahwa penyelenggaraan In House Training lebih efisien dibandingkan mengirim petugas ke luar daerah. Dari sisi anggaran, metode ini mampu memangkas biaya pelatihan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

“Kemarin sekitar Rp8 juta untuk ikut pelatihan di Ciracas, di luar tiket pesawat. Kalau di sini kita bisa menekan angka itu,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh sumber daya untuk pelatihan ini akan berasal dari internal Disdamkar Matan, mulai dari instruktur hingga peralatan pelatihan.

Namun, pihaknya masih menunggu surat balasan resmi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai syarat administratif penyelenggaraan pelatihan di Kukar.

“Mereka sudah jawab secara lisan, tapi belum balas surat. Nanti pelatih yang datang ke sini, kami menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan untuk pelatihan dan sertifikasi,” jelas Afe.

Disdamkar Matan juga telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, seperti peralatan simulasi, transportasi, dan akomodasi bagi peserta. Nantinya, pelatihan ini akan dibagi menjadi dua kelas besar, menyesuaikan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang.

Afe menambahkan, tahun 2023 lalu pihaknya sempat mengirim beberapa anggota untuk mengikuti pelatihan di luar daerah. Namun keterbatasan anggaran membuat sebagian besar personel belum mendapatkan kesempatan yang sama.

Karena itu, In House Training menjadi solusi efektif untuk memastikan seluruh anggota memiliki standar kemampuan yang seragam.

Selain Kukar, sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) juga telah mengajukan permohonan pelatihan serupa ke pemerintah pusat.

“Pengajuan In House Training ini harus antre karena banyak kabupaten/kota di Indonesia yang juga mendaftar,” kata Afe. (Adv)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+