ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Momen Pesta Erau Adat Kutai tahun ini membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Tidak sekadar perayaan budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang strategis untuk memperluas pasar produk lokal desa.
Dua pelaku UMKM dari Perjiwa ikut serta dalam pameran tanpa melalui seleksi ketat. Mereka langsung mendapatkan tempat setelah mendaftar ke panitia.
“Ya kita harus memeriahkan, ini kan adat, adat yang sudah ada puluhan tahun. Kita sangat senang, dampaknya pun luar biasa untuk ekonomi warga Desa Perjiwa,” ujar Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi.
Erau menjadi magnet wisata budaya yang menghadirkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan beragam produk seperti kerajinan tangan, olahan pangan khas desa, hingga suvenir buatan warga.
“Banyak pihak luar yang datang dan membeli produk-produk lokal kami,” tambah Erik.
Tak hanya meningkatkan omset, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas masyarakat desa. Warga bergotong royong mendukung pelaku UMKM agar tampil maksimal di arena pameran.
Erik berharap, Pesta Erau dapat terus digelar setiap tahun karena memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat kecil.
“Kami berharap Kutai Kartanegara tetap sejahtera, makmur, dan adil melalui kelancaran acara budaya ini,” pungkasnya.
Melalui partisipasi aktif dalam ajang budaya daerah, Desa Perjiwa menunjukkan bagaimana kearifan lokal bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat. (Adv)
