ADAKAH.ID, Kukar – Pembangunan Waterboom Pulau Kumala terus menunjukkan progres positif dan ditargetkan rampung pada tahun 2026. Proyek wisata unggulan ini digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar), sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meninjau langsung lokasi pembangunan di akhir pekan sambil menikmati suasana pulau yang berada di jantung Kota Tenggarong tersebut.
“Hari ini kita jalan-jalan ke Pulau Kumala sebenarnya, untuk menikmati suasana akhir pekan sekaligus melihat potensi serta progres pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya.
Menurut Rendi, Pulau Kumala sudah lama menjadi perhatian publik karena potensinya yang besar namun belum tergarap maksimal.
Pemerintah daerah kini berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan konsep wisata keluarga modern tanpa meninggalkan nilai lokal.
“Masukan dan wacana memang banyak, tapi semuanya masih dalam tahap kajian. Nantinya kita pilih mana yang paling realistis dan bermanfaat bagi warga,” jelasnya.
Proyek waterboom ini mulai dikerjakan sejak 2023 dan kini memasuki tahap penyempurnaan landscape.
Setelah rampung, fasilitas ini diharapkan menjadi destinasi favorit masyarakat Kukar dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah, terutama Samarinda dan Balikpapan.
“Harapannya, setelah selesai, waterboom ini bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat Kukar, sekaligus menarik wisatawan dari luar daerah,” ungkap Rendi.
Waterboom Pulau Kumala dirancang dengan fasilitas lengkap seperti kolam ombak, kolam arus, area bermain anak, dan kolam khusus dewasa. Dengan konsep tersebut, kawasan ini berpotensi menjadi waterboom terbesar di Kalimantan Timur.
Selain meningkatkan sektor pariwisata, keberadaan waterboom juga diyakini akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar serta menghidupkan usaha kecil menengah (UMKM).
Pemerintah berharap revitalisasi Pulau Kumala menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan. (Adv)
