ADAKAH.ID, ADAKAH – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Jalan Cendana, Samarinda menyoroti isu-isu terkait operasional dan pemindahan depo bahan bakar. Demonstrasi ini berlangsung dengan tertib tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Menanggapi aksi tersebut, Fuel Terminal Manager Patra Niaga Samarinda, Rahmat Isya Ginanjar menyampaikan apresiasi kepada para demonstran yang telah menyampaikan aspirasi mereka dengan damai.
“Saya atas nama PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah mau datang dan berdiskusi dengan tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Isya pada Senin (8/4/2025).
Terkait dengan isu kualitas kontrol bahan bakar yang menjadi sorotan dalam demonstrasi, Isya menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban rutin perusahaan.
“Kualitas kontrol itu menjadi kewajiban kami, bukan saja ketika ada masalah, tapi itu pekerjaan rutin kami di mana pun berada, bukan hanya di Samarinda ini,” tegasnya.
Selain itu, Isya juga menjelaskan alasan di balik rencana pemindahan depo bahan bakar dari Samarinda ke Palaran.
Menurutnya, lokasi saat ini dinilai memiliki risiko tinggi karena berada di tengah pemukiman masyarakat. Oleh karena itu, Pertamina telah mengambil langkah untuk memindahkan depo ke lokasi yang lebih aman.
“Pertamina sudah mengambil langkah dengan memindahkan ke Palaran yang progresnya hari ini sedang dalam tahap tender. Nanti, setelah ada keputusan, akan dilakukan pembangunan. Namun, masyarakat harus bersabar karena untuk membangun dibutuhkan waktu paling cepat tiga tahun,” tambah Isya.
Terkait dengan uji lap bahan bakar, Isya menegaskan proses ini dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kalau terkait uji lap otomatis ada konferensi pers, uji lap itu bukan hanya diuji tim Pertamina tapi juga tim-tim yang lain, kami akan sampaikan itu secara terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam beberapa keluhan mengenai kualitas bahan bakar, pihaknya belum menerima sampel yang dapat dijadikan acuan dalam analisis laboratorium.
“Kendala kami itu kan, orang mengeluh tapi tidak menyertakan sampel. Kalau sampel kami yang di sini clear, kalau sampel yang terkontaminasi itu belum ada yang setor. Makanya kami lagi berbicara di SPBU-SPBU, kalau melapor, bawa itu sampel karena bisa kita bawa di laboratorium independen, supaya kita tahu kontaminasinya apa,” tambah Isya.
Pihak Pertamina berkomitmen untuk terus berdialog dengan masyarakat dan pihak terkait guna memastikan kelancaran proses pemindahan serta menjaga kualitas layanan bahan bakar. (Do)
