ADAKAH.ID, SAMARINDA – Di tengah hening malam bulan Ramadan, suara adzan yang merdu terdengar bergema pada sudut-sudut Lapas Kelas IIA Samarinda. Suara itu bersumber dari 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berpartisipasi dalam perlombaan adzan dan hafalan Al-Quran.
Kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah program pembinaan kerohanian yang dirancang untuk membawa kedamaian dan keberkahan di bulan suci.
“Ini adalah momen bagi para warga binaan untuk merenung dan memperbaiki diri, sekaligus memperkuat iman dan takwa,” ujar Hudi Ismono, Kepala Lapas Samarinda.
Dengan diadakannya lomba ini, Hudi berharap dapat memberikan motivasi bagi para warga binaan untuk menggunakan waktu mereka di dalam penjara sebagai kesempatan untuk pertumbuhan spiritual.
Perlombaan itu digelar selama dua hari, sejak 29 Maret 2024, juga merupakan bagian dari upaya Lapas Samarinda untuk mempersiapkan warga binaan menjadi individu yang lebih baik setelah mereka kembali ke masyarakat.
Di lokasi yang sama, Gun Gun Gunawan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, mengatakan pihaknya mempersiapkan para WBP saat bebas bisa memiliki keterampilan dan kemampuan.
“Kegiatan ini menandai awal dari serangkaian program Ramadhan yang akan dijalankan oleh Lapas Samarinda, dengan harapan bahwa setiap detik yang dihabiskan di bulan suci ini akan menjadi langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna bagi setiap warga binaan,” ungkapnya. (HI)
