Bertemu Warga Mugirejo, Sapto Tanamkan Rasa Persatuan dan Kesatuan

Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono di Mugirejo. (Foto/BY)
Caption: Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono di Mugirejo. (Foto/BY)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono menegaskan, jangan sampai ada perpecahan di antara masyarakat. Apalagi saling mencela satu sama lain dan tidak ada rasa persatuan dan kesatuan.

“Jangan membawa budaya ke dalam agama, budaya tetap budaya agama ya agama, karena nanti akan terpecah-belah,” kata Sapto saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan kepada warga Gang TK Asy Syadid RT.05, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. pada Minggu (10/12/2023).

“Jangan mencela dan saling mengalahkan. Makanya Indonesia dulu itu perang karena terpecah pecah,” imbuhnya.

Sapto berharap wawasan kebangsaan dapat diamalkan di kehidupan sehari-hari dan ditimbulkan sedari dini, sebab empat pilar kebangsaan akan menjadi nilai dan kekuatan bangsa.

“Wawasan kebangsaan harus ditimbulkan mulai dari anak didik kita, jangan sampai anak kita ini kita lepas, sehingga makna Pancasila haruslah ada di keseharian kita,” tegasnya.

Dalam sosbang kali ini, turut menghadirkan dua narasumber yakni Komandan Banser Kaltim, Murjani dan Ketua Banser Samarinda, Effendi.

Sapto menyampaikan, tujuan diadakannya sosialisasi empat pilar ini karena di dalam lingkungan masyarakat, pemahaman terkait wawasan kebangsaan itu sudah mulai luntur.

“Maksud dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman, sebab nilai-nilai Pancasila di lingkungan kita mulai berkurang,” ujar Sapto saat memberikan sambutan, Minggu (10/12/2023).

Disampaikannya, terdapat empat konsensus kebangsaan yang perlu di tanamkan dalam diri dan masyarakat. Diantaranya, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita di Indonesia, khususnya di Kaltim atau di Samarinda itu punya ragam suku, agama, ras, budaya sehingga kita perlu wawasan kebangsaan agar tetap satu dan tidak terpecah belah,” pungkasnya.

(BY/HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+