ADAKAH.ID, SAMARINDA – Australia melirik sektor peternakan untuk menjadi ladang investasi di Kaltim. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim pun merespons positif atas hal itu.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan, pihaknya memang butuh sektor baru. Apalagi, sebagai upaya untuk meminimalisasi di luar sektor migas dan batu bara.
“Jadi kami mau maksimalkan sektor peternakan. Australia kan juga punya pengalaman di sana,” ujar Puguh.
Dalam waktu dekat, DPMPTSP Kaltim akan menjadwalkan janji temu dengan Australia. Tujuannya untuk membahas lebih detail mengenai lokus yang bakal dipilih nantinya.
“Setelah diskusi, akan coba kami koordinasikan dengan OPD lain, termasuk di kabupaten dan kota,” tambah dia.
Dijelaskan Puguh, sektor peternakan dinilai paling menjanjikan dan ideal untuk dimaksimalkan di Kaltim. Mengingat Kaltim akan menjadi lokasi dari Ibu Kota Nusantara (IKN) dan perlu persiapan untuk suplai kebutuhan.
“Potensi IKN ini juga akan dilihat dari segi peningkatan kebutuhannya. Menurut saya, ini sangat memungkinkan dan bisa dikerjasamakan dengan sektor-sektor lain seperti perkebunan hingga perikanan,” ujar Puguh.
Dia berharap, investasi di sektor peternakan itu bisa terjadi pada akhir 2023. Bicara soal lokasi, saat ini yang jadi pertimbangan ada di daerah Kutai Kartanegara (Kukar).
“Kami akan coba cari tahu sejauh mana keseriusan mereka. Nanti kami akan ada pertemuan-pertemuan juga. Harapan kami, ini bisa berjalan maksimal,” tutupnya.
(adv/dpmptspkaltim/yas)
