Walau Hujan Api Tetap Berkobar, Membakar 5 Bangunan di Samarinda

Keadaan di lokasi kebakaran Jalan Slamet Riyadi, Gang Kodesu, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang. (Foto/Hae)
Caption: Keadaan di lokasi kebakaran Jalan Slamet Riyadi, Gang Kodesu, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang. (Foto/Hae)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Saat hujan sedang mengguyur, tak disangka terjadi kebakaran di Jalan Slamet Riyadi, Gang Kodesu, RT 02, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurut data Info Taruna Samarinda (ITS), Api yang membakar 5 unit bangunan terdiri dari 3 rumah tunggal, dan 2 bangsal 7 pintu Itu, terjadi sekitar pukul 14.30 Waktu Indonesia Tengah. Sementara ada 2 bangunan terdampak api. 

Warga jalan Slamet Riyadi Gang Keduao, Samarinda menyebut Si Jago Merah mengamuk dari salah satu rumah warga yang ditinggal pemiliknya berjualan. (Foto/Hae)
Warga jalan Slamet Riyadi Gang Keduao, Samarinda menyebut Si Jago Merah mengamuk dari salah satu rumah warga yang ditinggal pemiliknya berjualan. (Foto/Hae)

Walau hujan lebat tetap saja kobaran api membesar, dikarenakan hampir seluruh sisi bangunan rumah-rumah itu terbuat dari material kayu. Oleh sebab itu warga sekitar menjadi panik dan kalang kabut, dengan segera mencoba memadamkan api menggunakan alat seadanya, dan mencari bantuan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, yang menerima informasi tersebut, langsung menuju lokasi untuk memadamkan api.

Para relawan kota Samarinda juga dengan cepat turut membantu.

Supranan Ahmad (50) warga setempat, terkejut saat melihat ada api di lantai 2 rumah tetanggnya. Ia yakin benar tidak ada suara ledakan kala itu. Tidak ada siapapun di dalam rumah asal kobaran api.

Ndada (tidak ada), aku kada (tidak) tahu kalau apinya. Aku hanyar (baru) datang sudah terbakar,” ungkapnya dengan tubuh lengkap dengan baju basah kuyup.

Ndada orangnya, (istri) jualan di sana, kebujuran (kebetulan) lakinya (suami) meunjun (mancing), rumah kosong ditinggal,” sambungnya.

Hendra AH Kepala Disdamkar Kota Samarinda mengatakan bahwa, Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih satu jam.

“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu rumah,” kata Hendra AH.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun dua orang relawan mengalami sesak nafas disebabkan banyak menghirup asap.

Hendra menerangkan bahwa, peristiwa kebakaran itu terjadi diduga akibat dari adanya korsleting listrik dari salah satu bangunan. 

“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.” ucapnya.

Akibat musibah kebakaran pada Sabtu (10/6/2023) 10 Kepala Keluarga (KK), beranggotakan 25 Jiwa harus kehilangan harta, dan tempat tinggal.

Penanganan api menggunakan 11 unit Tangki Fire Truck Disdamkar, dan PMK swasta, serta 22 mesin portabel milik relawan. Ada juga selang kecil, ember, dan gayung milik warga.

Dari pengamatan di lokasi kejadian, terlihat lingkungan sekitar kebakaran menjadi berantakan.

(HI/HAE)

*kata yang dimiringkan adalah bahasa Banjarmasin

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+