ADAKAH.ID, TERNATE – Maraknya masalah sosial di Kota Ternate, Maluku Utara membuat Dinas Sosial terjun langsung ke lapangan untuk mencoba mengatasinya dengan menjalankan kegiatan penertiban Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Senin (12/12/2022).
Ada beberapa titik yang menjadi sasaran Dinas Sosial kota Ternate dalam penertiban tersebut, yakni, depan Jatiland, Pasar Higienis, seputaran jalan mononutu dan lampu merah depan Grand Majang Hotel.
Kepala Dinas Sosial Kota Terante, Burhanuddin Abdul Kadir mengatakan, belum lama ini pihaknya turun ke lokasi di mana aktivitas para anak jalanan (Anjal) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Khusus anak jalanan, lanjut Burhanuddin, pihaknya akan melakukan pendekatan melalui orangtua mereka, supaya anak-anak tersebut tidak lagi kembali beraktivitas seperti sekarang ini.
“Kami juga akan melakukan pendataan. Dan kalau mereka ini berangkat dari masyarakat dengan ekonomi yang rendah akan dilakukan tindaklanjut,” ujar Burhanuddin kepada adakah.id, Senin (12/12/2022) kemarin.
“Ini adalah respon pemerintah untuk penertiban di Kota Ternate,” imbuhnya.
Merujuk pada data yang didapat Dinas Sosial Ternate, yang menjadi masalah bukan pengemis tetapi banyaknya gelandangan di bawah umur. Bahkan orangtua mereka justru mengarahkan anak-anak tersebut.
“Menurut pandangan saya, mereka itu memang dipekerjakan oleh orangtuanya dilihat dari sisi kehidupan dan situsai ekonomi oranguanya mendukung dengan adanya mereka turun ke jalan itu, agar mendapatkan sedikit uang untuk membiayai kebutuhan sekolah,” katanya.
Tak hanya itu, di beberapa titik ruas jalan lainnya juga ditemukan ODGJ dan para lansia.
Burhanuddin menerangkan, tujuan turun ke lokasi untuk memberikan edukasi dalam hal pengarahan dan bimbingan. Sebenarnya penertiban ini berada di Limnas atau Satpol-PP.
Perlu diketahui, Kota Terante sedang mengejar predikat sebagai Kota Layak Anak. Sehingga jangan sampai ketika ada orang dari luar datang ke sini terus melihat masih ada anak gelandangan yang berkeliaran dijalanan.
“Kalau memang mereka masih dibawah umur, ya kami akan arahkan mereka, jika ada yang masih menempuh pendidikan dasar atau tingkatannya, kami akan memberikan edukasi kepada orangtuanya agar lebih fokus ke sekolah,” jelasnya.
“Tugas dari Dinas Sosial itu memberikan jaminan kesejahteran terhadap mereka. Kalau memang ada yang ekonomi yang lemah, akan diberikan bantuan-bantuan khusus ke mereka,” pungkasnya. (Ham)
