Banjir & Longsor di Samarinda, Pemkot Samarinda Bergerak Cepat

Caption: Wali kota Samarinda, Andi Harun.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Curah hujan ekstrem mencapai 150-155 mm per detik yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (11/5/2025) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Bencana ini mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta genangan air yang masih tersisa di beberapa titik. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar rapat koordinasi darurat untuk merancang langkah penanganan pascabencana.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun usai memimpin rapat mengungkapkan, bahwa intensitas hujan yang luar biasa menjadi pemicu utama bencana.

“Hujan dengan curah 150-155 mm per detik di seluruh wilayah Samarinda menyebabkan banjir di hampir semua kecamatan dan memicu tanah longsor di beberapa titik. Bahkan, bencana ini menelan korban jiwa,” jelas Andi Harun dalam keterangan pers, Selasa (14/5/2025).

Andi Harun menyatakan, Pemkot telah mendatangi keluarga korban meninggal untuk memberikan dukungan moral dan santunan.

“Kehadiran kami adalah bentuk solidaritas, terutama untuk menguatkan keluarga yang kehilangan. Misalnya, ada korban yang kehilangan istri dan tiga anaknya. Ini situasi yang sangat berat,” ujarnya. Ia juga menyebutkan seorang anak kecil di Bukit Pinang dan warga di Palaran yang masih dalam pencarian.

“Santunan materi tidak akan sebanding dengan penderitaan mereka, namun kami berkomitmen mendampingi secara moral dan teknis,” tambahnya.

Selain itu, dapur umum telah dibuka untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Pascabencana, fokus Pemkot adalah memperbaiki infrastruktur yang rusak. Andi Harun menjelaskan, tanah longsor di daerah seperti Teluk Bajau akan segera ditangani dengan koordinasi antara pemerintah kota dan provinsi.

Sementara itu, kerusakan jalan nasional seperti di Jalan Rifadin dan Jalan Juanda akan melibatkan Balai Jalan Nasional (BPJN).

“Kami membagi wilayah penanganan berdasarkan kewenangan. Untuk jalan kota seperti di Sungai Kapih, rekonstruksi akan dimulai minggu ini,” tegasnya. Pemkot juga akan memperbaiki sarana publik, termasuk sekolah, agar aktivitas warga cepat kembali normal.

Meski genangan air di beberapa wilayah seperti Simpang Kadriuning mulai surut, Andi Harun mengakui bahwa pasangnya sungai memperlambat proses penurunan air.

“Kami terus memantau daerah rawan dan meningkatkan sistem drainase untuk antisipasi ke depan,” ucapnya.

Langkah Prioritas Pemkot ;

  1. Pendampingan psikososial dan santunan bagi korban jiwa.
  2. Percepatan rekonstruksi infrastruktur rusak, termasuk jalan, fasilitas publik, dan sekolah.
  3. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan jalan nasional/provinsi.
  4. Pembersihan material longsor dan penguatan lereng rawan.
  5. Penyiapan sistem peringatan dini untuk mitigasi bencana serupa.

Andi Harun menegaskan, seluruh elemen pemerintah, Forkopimda dan masyarakat akan bersinergi dalam pemulihan.

“Ini momentum untuk memperkuat ketangguhan kota. Kami tak akan tinggal diam,” pungkasnya.(Do)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+