ADAKAH.ID, SAMARINDA – Salah satu persoalan di kota Samarinda yang belum sepenuhnya teratasi yakni masalah bencana banjir. Apalagi ketika curah hujan lebat serta intens, membuat sejumlah titik pemukiman dan sarana kota Tepian tergenang air, termasuk sekolah.
Seperti yang kerap terjadi terhadap kawasan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 yang berlokasi di jalan Perjuangan 7, kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara.
Akan hal tersebut, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akan menjadikan SMP Negeri 11 sebagai sekolah tangguh banjir pada 2023 mendatang.
Ia memaparkan, renovasi akan dimulai dari perbaikan drainase, pembuatan polder atau kolam retensi dengan sistem pompa air sebagai penanggulangan bencana banjir.
Selain perbaikan, orang nomor satu di Samarinda tersebut merencanakan pembangunan gedung IT, serta pengecatan ulang gedung sebagai bagian dari rancangan lansekap peningkatan sarana dan prasarana bagi SMP Negeri 11 Samarinda.
“Setelah saya tinjau lokasi, melihat kondisi topografi lahan yang ada di sekolah maupun sekitar lokasi, kami akan membuat gedung berbentuk tapak. Area belakang akan dijadikan sebagai polder, jadi semua air yang masuk ke sekolah atau di luar sekolah akan dibuang ke arah belakang,” terang AH sapaan wali kota saat meninjau SMPN 11 Samarinda, Rabu (7/9/2022).
AH memastikan, bahwa Pemkot Samarinda memiliki perhatian terhadap penciptaan suasanan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa sekolah.
“Jadi dirombak namun tidak total. Kami melakukan renovasi terbatas terutama pada lansekap sistem drainase, kemungkinan juga pengecetan. Supaya eye catching, siswa bisa belajar, bahkan di luar kelas pun bisa menjadi sebuah lingkungan yang enak, nyaman, dan indah,” jelasnya lagi.
Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Samarinda Sunyoto saat dikonfirmasi mengenai rencana Wali Kota, dirinya mengaku masih belum mengerti benar lantaran baru terucap setelah melakukan tinjauan langsung.
Kendati demikian, Sunyoto berharap sekali rencana tersebut dapat direaliasasikan pemerintah. Menurutnya program tersebut sangat membantu dalam memperlancar proses pembelajaran.
“Beliau (Wali kota) jalan-jalan melihat kondisi sekitaran sekolah terus mengatakan kepada wartawan bahwa ingin menjadikan sekolah kita ini menjadi sekolah tanggul banjir,” ujar Sunyoto.
(Sam)
