ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, menekankan pentingnya penerapan metode konstruksi jalan yang tepat dalam pembangunan infrastruktur di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar).
Wilayah ini dikenal luas memiliki lahan rawa dan kawasan pinggir sungai yang rawan banjir, sehingga pembangunan jalan konvensional rentan cepat rusak. Firnadi menekankan penggunaan teknik konstruksi seperti pile slab atau jembatan layang untuk menghadapi kondisi tanah yang labil dan sering terendam air.
“Wilayah hulu Kukar memiliki banyak rawa dan sering tergenang air saat musim pasang, sehingga penggunaan konstruksi pile slab menjadi solusi terbaik. Struktur jalan harus dirancang agar tahan lama meski sering terendam,” jelas Firnadi, Jumat (04/7/2025).
Pembangunan jalan di hulu Kukar, termasuk jalur utama dari Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, menuju desa-desa lain hingga akses ke Kutai Barat, menjadi prioritas untuk meningkatkan konektivitas, mempermudah aksesibilitas, dan menekan biaya logistik.
Meskipun biaya pile slab lebih tinggi, Firnadi menegaskan bahwa investasi ini penting untuk mencegah kerusakan berulang dan putusnya akses jalan yang sering terjadi akibat genangan air. “Jika konstruksi jalan tidak sesuai, jalan akan cepat rusak dan sering terputus saat musim banjir, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat dan menghambat pembangunan daerah,” ujarnya tegas.
Firnadi juga mengajak pemerintah daerah Kukar, provinsi, dan pusat untuk bersinergi mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah hulu Kukar yang membutuhkan perhatian khusus dan perencanaan matang.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan pusat memberikan dukungan anggaran yang memadai agar pembangunan ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
(adv/dprdkaltim/o)
