ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang, mengecam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim yang hanya memprioritaskan sekolah di perkotaan dan mengabaikan sekolah di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terisolir).
Veridiana mengatakan, sebagian besar anggaran untuk SMAN/SMKN di perbatasan maupun pedalaman berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Kaltim, yaitu sebanyak 48 proyek.
Veridiana menilai, Disdikbud Kaltim telah mengabaikan pengadaan fasilitas sekolah, seperti meubeler dan perbaikan bangunan sekolah yang rusak. Bahkan, ada pula kesan like and dislike dengan kepala sekolah di daerah 3T.
“Ada pejabat di Disdikbud yang tak suka dengan kepala sekolah, maka sekolah tersebut tidak diperhatikan, meubeler (meja-kursi) rusak tak diganti. Bangunan sekolah rusak tak dialokasikan anggaran untuk merehabnya,” ucapnya, Jumat (17/11/2023).
Sebaliknya, lanjut Veridiana, pejabat yang suka dengan kepala sekolah, umumnya dengan kepala sekolah di perkotaan, mendapat alokasi anggaran terus-menerus setiap tahun anggaran baru.
“Kita minta keadilan, SMAN/SMKN di daerah 3T dapat alokasi anggaran yang sama dengan sekolah di kota-kota. Itu lah yang kami suarakan di DPRD ini,” tegasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu juga mengajak Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik untuk melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat dan Mahulu.
“Nanti ke sana, agar bisa melihat langsung bahwa daerah di pedalaman dan perbatasan tak mendapat alokasi anggaran yang memadai dari APBD Kaltim. Ini menyebabkan kesenjangan pembangunan terus berlangsung di Kaltim,” tutupnya.
(adv/dprdkaltim/by)
