ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pembersihan pasar tradisional kembali dilaksanakan. Jika sebelumnya di pasar tradisional Segiri, kali ini giliran pasar Inpres di jalan Merdeka, Samarinda, pada Kamis (5/5/22) malam.
Di lapangan tampak hadir Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau jalannya proses pembersihan, yang pada khususnya dilakukan di los area pasar tersebut.
Orang nomor satu di Samarinda itu, didampingi Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Marnabas Patiroy, dan Kepala UPT Pasar Merdeka, Fathan, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan merupakan upaya sterilisasi seluruh pasar tradisional dan modern kota Tepian pasca hari raya Idulfitri 2022.
Memang, menjelang hari raya Idulfitri pasar mengalami lonjakan pengunjung mencari kebutuhannya. Hal tersebut membuat produksi sampah di pasar-pasar meningkat tak seperti biasanya.
“Tentu menyebabkan pasar meningkat intensitas baunya, kemudian sampahnya, termasuk drainase pasarnya,” terang AH sapaan karibnya kepada awak media.
Sejak tahun lalu, mantan Legislator provinsi itu bersama jajarannya berupaya kerja menjaga kondisi pasar yang ada di Tepian etam dapat selalu bersih, hal itu bakal terus dipertahankan.
Itu sebabnya, AH memberikan perintah kepada kepala dinas pasar dan seluruh jajarannya, agar pasar tradisional kembali bersih setelah hari raya Idulfitri, setidaknya pada Senin (9/5/22) mendatang pasar dengan suasana lebih baik.
“Paling lambat sepekan setelah lebaran, masyarakat bisa menikmati pasar yang relatif bersih. Bau sampah berkurang, suasana pasar bersih, dan masyarakat yang bertranksasi menjadi nyaman,” kata AH.
Dikehatui, di Indonesia tengah berkembang penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui asal-usulnya. Hal itu tertuang di surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Setali tiga uang, ditengah tinjauan langsungnya di pasar Merdeka, ketua umum Aspeksindo itu sekaligus merupakan upaya pencegahan penularan. Menurutnya, Kota Tepian turut memiliki peluang masuknya penyakit tersebut.
“Potensi masuk di Samarinda ada. Saya minta Dinas Kesehatan (Diskes) untuk menyiapkan tindakan upaya pemetaan, termasuk tindakan preventif, agar kita lebih siap menghadapi kemungkinan keterjangkitan di Samarinda,” teganya. (Sam)
