ADAKAH.ID, SAMARINDA – Inovasi guna meningkatkan minat baca di masyarakat terus mengikuti zaman. Kali ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltimantan Timur (Kaltim) bakal membangun aplikasi buku berbasis digital.
Hal tersebut disampaikan Kepala DPK Kaltim Muhammad Syafranuddin, menurutnya program tersebut juga dalam rangka mengimbangi kemajuan informasi digital saat ini.
Ivan mengatakan, melalui aplikasi tersebut masyarakat lebih mudah mengakses buku bacaan yang dibutuhkan. Akan ada box khusus yang nantinya tempatkan di beberapa ruang publik. Tidak hanya di daerah perkotaan saja, tetapi juga daerah pinggiran hingga perbatasan wilayah Kaltim dengan daerah lain.
Dikatakan Ivan sapaan karib Syfranuddin, saat ini pihaknya masih mempersiapkan aplikasi membaca digital tersebut. Puluhan box khusus aplikasi telah dipesan di pulau Jawa dan sebagiannya sudah diterima DPK Kaltim. Nantinya setelah aplikasi siap digunakan, maka box aplikasi siap didistribusikan ke beberapa kabupaten/kota di Kaltim untuk dapat digunakan.
“Ide ini muncul saat saya melakukan kunjungan kerja ke pulau Jawa, yang mana mereka ternyata telah lebih dulu menggunakan aplikasi ini. Setelah kami pelajari, ternyata ini sangat bagus dan banyak manfaatnya, khususnya untuk menumbuhkan minat baca masyarakat,” ungkapnya kepada awak media.
Aplikasi ini nantinya akan ditempatkan di area publik dan ia menginginkan juga tempatkan di daerah-daerah perbatasan untuk memenuhi kebutuhan buku secara digital.
Menurut Ivan, aplikasi buku digital akan semakin mudah diakses. Yaitu hanya dengan melakukan scan, buku digital yang diinginkan bisa dibaca.
“Hanya dengan melakukan scan, bisa sudah buka buku. Aplikasi ini tetap bisa diakses dengan jarak hingga 300 meter. Jadi semacam e-book gitu,” terangnya.
Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk mendapatkan buku.
“Jadi program ini banyak manfaatnya, baik untuk kami maupun masyarakat. Masyarakat mudah mendapatkan layanan buku melalui buku digital tanpa repot-repot harus datang ke perpustakaan,” pungkasnya.
(Adv/Kominfo Kaltim/*)
