ADAKAH.ID, SAMARINDA – Suara Muda Kelas Pekerja (SMKP) Partai Buruh menggelar diskusi bertajuk IMAJINESIA Sabtu (26/7/2025) membahas peran koperasi bagi pekerja muda.
Kegiatan ini menyoroti koperasi sebagai alternatif sistem ekonomi di tengah perkembangan kerja gig dan gejala deindustrialisasi di Indonesia.
Diskusi yang digelar secara daring ini menghadirkan empat narasumber dari beragam latar belakang, mulai dari aktivis perkotaan, petani, hingga praktisi koperasi digital.
Indri Yuliani dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) menuturkan, koperasi menjadi tumpuan perjuangan warga pasca penggusuran.
“Impian kita yang tadinya sempat putus asa akhirnya termotivasi kembali,” ujarnya.
Dari Serikat Petani Indonesia (SPI), Wahyudi Rakib menguraikan pengalaman membangun koperasi petani yang terhubung dengan perjuangan reforma agraria.
“Mereka melakukan perjuangan agraria hingga terintegrasi ke perjuangan Reforma Agraria,” katanya.
Praktisi koperasi digital, M. Sena Luphdika, menekankan pentingnya koperasi yang dimiliki oleh pekerja, bukan bergantung pada hibah pemerintah.
“Perlu dipikirkan kembali hubungan koperasi yang dibangun,” ujarnya.
Deputi Bidang Koperasi Partai Buruh, Hanny Wijaya, menyampaikan bahwa partai akan mendorong model pabrik alternatif lewat koperasi.
“Partai Buruh juga harus menginisiasi model pabrik alternatif lewat koperasi,” ucapnya.
Moderator diskusi, Axel Paskalis, menyampaikan bahwa IMAJINESIA edisi ke-10 ini diharapkan dapat membuka ruang gagasan bagi pekerja muda untuk melihat koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi, bukan sekadar usaha bersama. (Z)
