ADAKAH.ID, SAMARINDA – Hasil kegiatan pengurangan emisi karbon yang digalakkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menuai tanggapan baik anggota Komisi III DPRD Kaltim.
Menurutnya, pengurangan emisi karbon memiliki dampak hebat bagi pendapatan daerah. Ia menyebut dari kegiatan tersebut, Kaltim telah mendapat Rp69 miliar.
Ia menekankan tidak banyak daerah yang memiliki lingkungan hijau untuk mengurangi emisi karbon. Akan hal itu pemerintah dan masyarakat harus berdatu menjaga dan melestarikan lingkungan.
Politisi PKB itu juga mendorong Pemprov Kaltim agar meluaskan sosialisasi program tersebut ke seluruh stakeholder dan masyarakat.
“Harus diberi pemahaman kepada stakeholder dari level provinsi hingga desa, sehingga timbul kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.
Dengan demikian, Sutomo yakin setiap lini bisa bersinergi untuk mengurangi emisi karbon dunia. Bahkan ia optimis ke depan Kaltim semakin memiliki nilai tawar besar di mata dunia internasional.
Sebagai informasi Kaltim akan menerima pembayaran hasil kinerja atas pengurangan emisi di Provinsi Kaltim yang akan dibayarkan oleh World Bank sebesar Rp69 miliar.
Pembayaran kinerja yang akan disalurkan melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLK) Kementerian Keuangan ke pelaksana Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) di tingkat nasional dan sub nasional dialokasikan untuk responsibility, performance dan reward sesuai dengan dokumentasi Benefit Sharing Plan (BSP).
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga mencantumkan bahwa atas dana tersebut setiap tahunnya, Pemerintah Provinsi Kaltim agar mencatatnya sebagai target pendapatan daerah tahun berkenaan.
(Adv/DPRD Kaltim/Sam)
