ADAKAH.ID, SAMARINDA — Beberapa bulan sejak diresmikan, jalan tembus Merdeka-Sambutan di Samarinda menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Padahal akses tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat, menghemat waktu dan bahan bakar. Jalan ini juga bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan Gunung Manggah, yang kerap memicu kecelakaan akibat kontur menanjak dan keberadaan pasar di sekitarnya.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bertindak cepat sebelum kerusakan jalan meluas dan membahayakan masyarakat. “Saya minta Pemkot segera turun tangan. Jangan menunggu hingga kondisi jalan benar-benar tidak bisa dilewati,” ujar Subandi, Jumat (18/7/2025).
Politisi PKS ini menekankan bahwa proyek jalan terbilang baru dan masih dalam masa pemeliharaan. Ia mengingatkan agar pemerintah memeriksa klausul kontrak dan memastikan tanggung jawab perbaikan ditanggung pihak kontraktor bila masih dalam masa garansi. “Jangan sampai anggaran daerah terpakai untuk memperbaiki sesuatu yang seharusnya bukan beban pemerintah,” jelasnya.
Subandi menilai kerusakan cepat ini menjadi indikasi lemahnya pengawasan atau ketidaksesuaian teknis proyek. Ia juga menyoroti risiko bencana, termasuk longsor, dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap struktur penahan tanah, drainase, dan kemiringan lereng. “Pemkot jangan hanya fokus memperbaiki bagian yang amblas. Kondisi keseluruhan jalur harus diperiksa karena ini menyangkut keselamatan warga,” tambah mantan Wakil Ketua DPRD Samarinda itu.
Ia menekankan pentingnya kualitas pembangunan infrastruktur agar jalan baru memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menjadi beban tambahan. “Kalau hanya asal-asalan diperbaiki, pasti akan rusak lagi. Kita butuh pembangunan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.
Subandi juga berharap Pemkot segera menyiapkan solusi alternatif untuk mengatasi rusaknya jalan tembus tersebut.
(adv/dprdkaltim/o)
