ADAKAH.ID, SAMARINDA – Rencana pemindahan pasar lama ke pasar baru Sungai Dama terus bergulir. Ditandai dengan penertiban berangsur pasar tumpah di kawasan pasar lama jalan Jelawat hingga Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir.
Para pedagang kaki lima diminta segera membongkar tempat jualannya secara mandiri, termasuk pedagang kelontong yang berjualan tepat di atas parit dan trotoar. Harus mundur 4 meter.
Hal tersebut sesuai yang disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau proses perbaikan pasar baru Sungai Dama, pada Rabu (8/6/22).
Andi Harun mengungkapkan fakta lapangan yang ia temui, terdapat 49 bangunan yang memakan bahu jalan, termasuk parit dan trotoar, di bilangan pasar lama hingga kawasan gunung Manggah. Menurutnya, hal tersebut yang menyebabkan kemacetan tidak dapat terkendali selama bertahun-tahun.
“Hari ini saya tinjau langsung, dan PUPR telah membuat surat bersama camat dan lurah kepada semua pemilik 49 bangunan itu untuk segera melakukan pembongkaran mandiri sepanjang 4 meter mundur ke belakang,” ujar AH sapaanya.
AH menegaskan, kerja penertiban ini bukan berarti Pemkot melarang PKL maupun pedagang lainnya mencari nafkah. Akan tetapi yang diinginkan Pemkot Samarinda yakni mengakomodir kepentingan orang banyak.
“Yang kita larang adalah berjualan di atas trotoar atau di bahu jalan, supaya tidak mengganggu kepentingan orang banyak,” tegasnya.
Lokasi tersebut sangat crowded (sesak, red) karena satu-satunya jalur saat ini yang dipakai dari dan menuju kota ke arah Sambutan,” imbuhnya.
Sebelum melakukan pembongkaran secara paksa sebagai langkah terakhir, Pemkot Samarinda akan melayangkan surat bagi pedagang melakukan pembongkaran secara mandiri.
“Saya sudah perintahkan PUPR agar 49 ini diundang ke PUPR atau balaikota, kita coba bicarakan jalan keluar terbaik sebelum kita lakukan langkah terakhir,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Marnabas menambahkan pemindahan tersebut akan dilakukan segera setelah seluruh perbaikan lapak rampung.
Marnabas menyebut tersedia 90 lapak bagi pedagang yang sebelumnya berdagang di pasar lama maupun pasar tumpah. Dari 90 Lapak, beber Marnabas, 60 sudah terisi. Sementara perbaikan lapak ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari ke depan.
“Rampung 15 hari kedepan. Akhir bulan sudah selesai. Tinggal keramik aja lagi,” ujar Marnabas.
Terkait pemindahan pasar lama, Marnabas menyebutkan bahwa rencana tersebut perintah Wali Kota. Hal itu dilakukan guna menghidupkan pasar baru. (Sam)
