Selama Musim Kemarau, Warga Kaltim Diimbau Hindari Aktivitas Pembakaran

Warga Kaltim diimbau hindari risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Ilustrasi Pixabay)
Caption: Warga Kaltim diimbau hindari risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Ilustrasi Pixabay)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Puncak Musim Kemarau di wilayah Kalimantan Timur diperkirakan akan lebih ekstrem dibanding beberapa tahun sebelumnya. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran.

“Kemudian ketersediaan air bersih yang sedikit, serta potensi gagal panen pertanian dan perkebunan,” kata Kukuh Ribudiyanto, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan

Kukuh menuturkan BMKG memperkirakan musim kemarau berlangsung dari bulan Agustus hingga Oktober 2023. Hal ini pihkanya akan terus memantau titik api (hotspot) di Kaltim.

Pemantauan dilakukan secara berkala setiap jam. Guna meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini potensi karhutla. Bila ditemukan ada titik panas langsung diumumkan.

“Kita selalu memantau,” ungkapnya.

Setali tiga uang, untuk mempermudah antisipasi Karhutla BMKG juga telah membagi tiga kategori titik api. Di antaranya rendah, sedang, dan tinggi tingkat kepercayaan.

“Untuk kategori rendah dan sedang itu bisa saja karena disebabkan oleh pasir atau atap seng yang terpapar sinar matahari maka menimbulkan hawa panas, tetapi jika tinggi itu bisa dipastikan penyebabnya karena api,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Cahyo Kristanto mengatakan sudah memberi imbauan kepada warga Kaltim untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran, seperti pembakaran lahan.

Soal karhutla, Cahyo menuturkan faktor penyebab bukan saja dari manusia melainkan kondisi alam. Itu membutuhkan pemantauan dan penanggulangan yang tepat.

Salah satu sebab alam, yakni pergeseran tanah dan gesekan batu bara yang menyulut kebakaran bawah.

Menyikapi kemarau ekstrem dan potensi Karhutla di Kaltim, Pusdalops PB BPBD Provinsi Kaltim telah menyiapkan personel dan alat pemadam kebakaran dari lingkup BPBD Kaltim dan kabupaten/kota.

Selain itu, Dinas Kehutanan juga turut menyiapkan peralatan pemadaman yang diperlukan. Bahkan, Kaltim juga telah menyiagakan helikopter dan pesawat jenis bomber di Bandara APT Pranoto Samarinda, yang dikelola oleh relawan khusus.

Pesawat tersebut disiapkan melakukan aktivitas pemadaman secara cepat dan efektif jika terjadi kebakaran. Serta membantu peristiwa kebakaran di wilayah provinsi tetangga.

“Kami menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, salah satunya yang sering terjadi adalah pembakaran membuka lahan,” ungkap Cahyo.

(HI)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+