ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda secara resmi melakukan pembongkaran di kawasan dermaga Pasar Pagi. Para pedagang yang terdampak juga sudah diberikan tempa relokasi yang berada di kawasan Jalan Harapan Baru.
pengosongan laha di dermaga Pasar Pagi sendiri dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, guna dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) Teras Mahakam tahap II.
Dalam proses pembongkaran ini seluruh jajaran OPD terkait, turut hadir. Seperti Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Samarinda, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga aparat keamanan seperti Kepolisian hingga TNI.
Pembongkaran yang dilakukan oleh Pemkot, sebenarnya sudah jauh-jauh hari diinformasikan kepada para pedagang. Hal tersebut disampaikan oleh PLT Asisten II Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Menurut Marnabas, pembongkaran ini tak ada kendala, karena dalam prosesnya, Pemkot Samarinda telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pedaganng.
Pemkot Samarinda pun sudah melakukan sosialisasi, memberikan peringatan, hingga dialog dengan para pedagang untuk melakukan bongkar mandiri dan direlokasi sementara ke Pasar Harapan Baru.
Menurut data dari Pemkot Samarinda, setelah selesainya pembongkaran ini, rencananya sepnjang 290 meter akan dipasang turap, sebagai langkah pertama pembangunan Teras Mahakam tahap II.
“Kita sudah melakukan perjalanan panjang, mulai dari sosialisasi kepada para pedaganng, lalu memberikan peringatan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri dengan bertahap,” ucap Marnabas pada Rabu 03 Juli 2024.
Nantinya, para pedagang dikawasan dermaga akan direlokasikan ke Pasar Harapan Baru, tanpa dipungut biaya sama sekali.
Terpisah,Pejabat Pembuat Komitmen PUPR Kota Samarinda, Dedy Sumbawa menjelaskan, dalam waktu dekat ini, Pemkot Samarinda akan melakukan perluasa dermaga bagian hilir dan penurapan Dermaga Pasar Pagi. Dedy membeberkan bahwa proyek ini ditargetkan akan rampung, pada akhir tahun ini. Tepatnya pada bulan Desember.
“Total proyek ini menelan angka Rp 14 miliar,” ucapnya. (Kal El)
