Instagram, SAMARINDA – Setahun berjalan, Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Wakilnya Rusmadi Wongso menjadi nahkoda kota Tepian.
Memang, satu tahun tidak dapat dijadikan ukuran kesuksesan seorang pemimpin. Namun Andi Harun mengatakan kerja Pemerintah Kota (Pemkot) telah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), bahkan melampaui target di tahun pertamanya.
“Walaupun belum disusun tapi sebagaimana yang dirasakan masyarakat rasanya melebihi target. Hanya perlu membuat laporan secara tertulis,” ujar Andi Harun kepada awak media di Balaikota, Selasa (1/3/22).
Dalam waktu dekat, lanjutnya, penyusunan akan segera dirampungkan bersama tim yang telah dibentuk. Laporan kerja setahun meliputi semua sektor yaitu 30 OPD, 10 Camat, 50 Lurah, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BMUD).
“Saya Memberi waktu satu bulan kepada tim untuk membuat laporan terhadap capaian yang sudah dicapai dari semua sektor. Ketuanya adalah kepala Bappeda Ananda Fathur Rozi dan sekretarisnya Suryo,” terangnya.
Saat disinggung terkait pencapaian, AH sapaannya menyebutkan, beberapa pekerjaan tengah berjalan dan dapat dirasakan masyarakat. Diantaranya, penanganan banjir, penyediaan air bersih, penanggulangan bencana, dan pembangunan infrastruktur.
Penanganan banjir dikatakan cukup berhasil mengurangi durasi genangan. Sebagaimana diketahui, beberapa titik telah terbebas dari banjir.
Peningkatan kualitas drainase dibeberapa titik banjir dan proyek ambisius yakni, normalisasi SKM dinilai mampu kurangi durasi genangan.
“Misalnya soal penanganan banjir. Walaupun masih ada genangan tetapi cepat surutnya. Ini karena penanganan drainase dan sungai yang dilakukan dinas teknis kemudian penataan kota, kebersihan sudah mulai kita rasakan,”
kemudian, hal positif lainnya yaitu terkait pelayanan air bersih. Meskipun belum sempurna kata Andi Harun, tetapi pemkot sudah mulai membuka sambungan baru walaupun upaya pemenuhan secara maksimal terus dilakukan.
Masih ada beberapa spot yang masih belum lancar karena memang masih pembenahan Intake atau tempat pengolahan air baku.
“Puluhan tahun yang belum teraliri seperti di kawasan pelita air bersih sudah mulai masuk. Itu karena sudah berfungsinya IPA Sungai Kapih. Tentu belum sempurna karena memang baru satu tahun,” ungkapnya.
Penanganan bencana juga relatif ada pengurangan intensitas. Quick respons atau respon cepat juga sudah sangat bagus walaupun mesti harus ditingkatkan.
Tak ketinggalan, infrastruktur dalam kota juga secara bertahap dibenahi seperti perbaikan jalan, drainase di pusat kota termasuk drainase lingkungan yang dilakukan para lurah dan camat dengan berkoordinasi dengan dinas teknis, PUPR, DLH dan BPBD di kampung-kampung.
Pengangkatan sedimentasi sudah dilakukan dengan model gotong royong tanpa menggunakan APBD.
“Banyak hal yang telah kita capai, tapi memang masih banyak hal yang harus terus kita capai diwaktu akan datang,” pungkasnya. (Sam)
