ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sabtu (11/11/2022) malam Percil CS dan Ki Tantus Sutatanto Hibur Warga di Samarinda.
Pagelaran seni budaya terlebih Jawa itu dilangsungkan di halaman GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Kaltim.
Ribuan masyarakat berbondong – bondong menonton lawakan atau ludruk yang dibawakan Percil dan kawan – kawannya di atas panggung.
Pelawak asal Jawa Timur itu berhasil mengocok perut para penonton.
Tidak ketinggalan pula para penyanyi atau sinden yang membawakan lagu campur sari diiringi musik khas gamelan Jawa.
Tidak kalah pagelaran seni budaya sebelum fajar terbit yaitu wayang kulit dengan cerita atau lakon Babad Wanamarta.
Babad Wanarta bercerita tentang kegigihan Pandawa membangun peradaban baru di luar negara hastina yang diambil alih alih kelompok kurawa yang setir patih Sengkuni.
Tokoh utamanya yaitu Broto Seno yang bertugas membuka hutan Wanamarta bersama saudaranya yang lain. Namun dalam perjalanan merintis wilayah untuk kerajaan para Pandawa tersebut, tidak semulus yang dibayangkan, mereka harus bertarung dengan makluk halus penghuni hutan.
Pandawa dibantu tokoh – tokoh Punakawan dalam misinya, akhirnya kerajaan amerta pun berdiri dan beribu kota di Indraprasta. Itu lah sepenggal kisah lakon yang terkadang pula berbeda dalam setiap cerita tergantung penceritaan dalang.
Penampilan dalang Ki Tantus sangat hebat ketika jari – jari tangannya memaikan tokoh wayah. Terlebih saat cerita pertarungan, wayang – wayang itu seolah – olah berkelahi, saling pukul, saling tumbuk dan saling tendang diikuti suara gamelan, bass drum dan simbal.
Ditemui di lokasi acara, Ketua Umum Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (SI JAKA) Saefudin Juhri mengatakan kegiatan pagelaran seni budaya tersebut dalah rangkaian Milad 1 Tahun Si Jaka.
“Membuat paguyuban tujuannya memberikan kebersamaan kita, khususnya warga berdarah Jawa dan juga kepada lainnya di Kalimantan,” kata Saefudin di sela – sela acara.
Ditambahnya, acara itu terselenggara berkat sembangsih dan gotong royong seluruh rekan – rekannya.
“Acara ini kita buat gotong – royong supaya guyub rukun,” imbuhnya.
Seni budaya adalah bagian dari cipta, karya dan karsa perdaban masyarakat terdahulu atau warisan nenek moyang, yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda. Acara tersebut bagian dari komitmen Saefudin Juhri yang juga wakil rakyat Provinsi Kaltim untuk melestarikan.
“Ya, ini bagian dari upaya melestarikan budaya nasional juga tidak hanya jawa. Ada penampilan masyarakat Dayak juga ditampilkan,” terangnya.
Di masa yang akan dirinya berharap, antuasiasme dan dukungan masyarakat terhadap seni dan budaya semakin membesar seiring dengan pembangunan positif di Kaltim.
“Harapannya kedepan bisa lebih besar dan didukung oleh semua masyarakat,” tutupnya. (Joy)
