ADAKAH.ID, SAMARINDA – Menjelang hari raya Idul Adha 1444 Hijriah, sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengendalikan laju inflasi. Salah satunya pemastian stok beras dan minyak goreng curah.
“Kami menyiapkan beras sebanyak 800 ton dan minyak goreng curah 450 ton yang akan di distribusikan kepada masyarakat dengan tujuan menanggulangi masalah inflasi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas Patiroy, Kamis (1/6/2023).
Marnabas mengutarakan Pemkot melalui Disdag Samarinda sudah menyiapkan stok beras. Ia menyebutkan, beras akan didistribusi secara gratis kepada masyarakat. Metode penyaluran akan bekerja sama dengan pihak kelurahan.
“Warga yang ingin mengambil beras harus membawa identitas diri,” tegas Marnabas.
Marnabas menerangkan, setiap satu Kartu Keluarga (KK) akan mendapatkan beras 10 kilogram. Kuota beras ini tersedia untuk 59 kelurahan.
Setali tiga uang, Marnabas menyebut inflasi Samarinda masih stabil. Namun demikian untuk terus mengendalikan inflasi, Pemkot Samarinda sudah menyiapkan strategi khusus.
“Salah satunya menggandeng Perusahaan Umum (Perumda) Varia Niaga untuk melakukan operasi pasar murah,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar manakala ditemukan beberapa item barang kebutuhan pokok penting (Bapokting) yang harganya terlihat fluktuatif.
Samarinda Termasuk kota IHK yang memicu inflasi Kaltim April 2023
Menukil data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur merilis angka inflasi Benua Etam sepanjang April 2023 sebesar 0,42 persen. Angka tersebut merupakan gabungan dari 2 kota IHK (Indesk Harga Konsumen), yakni Samarinda dan Balikpapan.
Kota Samarinda mengalami inflasi sebasar 0,45 persen dan Balikpapan inflasi sebesar 0,40 persen.
Secara umum inflasi gabungan terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok transportasi sebesar 1,58 persen; kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,52 persen.
Selebihnya ada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar naik 0,48 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,34 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,24 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen.
Sementara yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,81 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.
Angka stabil ada pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
(Sam)
