ADAKAH.ID, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkatkan Industri Perikanan daerah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik mengatakan, Pemkab Kukar memberikan bantuan melalui program Kukar Idaman mulai dari tahun 2021 lalu.
Bantuan sarana dan prasarana untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).
Tujuannya untuk mengembangkan ekonomi nelayan dan pembudidaya ikan berbasis kawasan daerah.
Bantuan Pemkab Kukar untuk para pembudidaya ikan dan nelayan tersebut, masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.
Menyasar 25 ribu dari 35 ribu nelayan dan pembudidaya ikan yang di Kukar. Setiap tahun, bantuan akan diberikan kepada 5.000 nelayan dan pembudidaya ikan di 20 Kecamatan di Kukar.
“Target kami di 2022, bantuan diberikan ke 5.000 nelayan dan pembudidaya ikan. Ternyata bisa melampaui target, yakni sampai 8.066 nelayan dan pembudidaya ikan yang menerima bantuan. Pada 2023 ini kami menyasar 9.000 nelayan dan pembudidaya ikan untuk diberi bantuan,” kata Muslik.
Program bantuan untuk nelayan dan pembudidaya ikan tersebut, masuk dalam pengembangan pertanian berbasis kawasan ini terus meningkat dari sisi anggaran. Pada 2022 Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar menganggarkan Rp 158 miliar. Sementara pada 2023 alokasi anggaran mencapai Rp 219 miliar.
Dikonfirmasi Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Asli Husaini mengatakan, pada 2021 Pemkab Kukar memberikan bantuan dengan nominal Rp 22 miliar. Berupa 494 unit mesin perahu, 470 unit mesin kapal, 114 perahu kecil, 16 kapal, 237 cool box, dan 2.100 jaring.
Pada 2022, Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar menyalurkan bantuan 6.728 unit sarana alat tangkap ikan. Berupa pengadaan 1.250 gill net; 1.337 unit mesin diesel dan ketinting; 127 unit pengadaan perahu fiber; 4.070 kawat tempirai dan rengge; dan 10 unit cool box. Dengan nominal bantuan mencapai Rp 26 miliar.
Pada 2023 dialokasikan Rp 83 miliar yang digunakan untuk membeli 968 unit mesin ketinting, 782 unit mesin diesel, 1.250 cool box, 333 unit perahu fiber, 15.980 kawat tempirai, 1.700 buah gill net, 1.500 set tramel atau rengge, dan dua unit kapal nelayan, dan dua unit fursen. Menyasar 118 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang tersebar di 18 kecamatan.
“Untuk bantuan prasarananya, berupa dua unit dermaga TPI Anggana dan Samboja, pembangunan TPI Samboja dan pembangunan pabrik es TPI Samboja. Serta dianggarkan untuk pelatihan kepada nelayan,” ujar Asli Husaini.
Sementara itu, pada 2023 Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar memberikan bantuan kepada 300 Pokdakan. Penerima bantuan berjumlah 4.746 orang pembudidaya ikan. Bantuannya berupa 5.780 unit sarana produksi budidaya, seperti benih ikan atau udang, induk ikan unggul, pakan ikan, keramba, kolam terpal, dan bioflok. Alokasi anggaran untuk program pengelolaan perikanan budidaya sebesar kurang lebih Rp 94 miliar. (Adv)
