ADAKAH.ID, SAMARINDA – Lebaran Ketupat 2025 dirayakan satu minggu setelah Idulfitri, tepatnya pada 8 Syawal yang jatuh pada hari Senin 7 April 2025.
Perayaan ini merupakan tradisi yang kaya akan makna dan sejarah, di mana Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan dua kali Lebaran itu, yaitu setelah Idulfitri dan Lebaran Ketupat.
Meskipun Lebaran Ketupat tidak tercantum dalam Al-Qur’an dan tidak dilakukan Nabi Muhammad, perayaan ini tetap dilestarikan hingga saat ini.
Dalam sejarahnya, Lebaran Ketupat dirayakan dengan memanfaatkan tradisi selametan yang telah ada sejak sebelum kedatangan Islam di Jawa.
Perayaan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan ajaran Islam tentang bersyukur kepada Tuhan, sedekah, dan silaturahmi di hari Lebaran.
Dari pantauan adakah.id, sejumlah pasar mulai dipenuhi penjual ketupat yang membuka lapaknya.
Salah satu penjual ketupat di Pasar Segiri, Bu Sri (40) menjelaskan juga menjual daunnya saja yang belum dibuat ketupat.
“Harga ketupat ada yang Rp 10 ribu untuk yang kecil, dan yang besar Rp 15 ribu satu ikatnya. Satu ikat berisi sepuluh ketupat,” (4/4/2025).
Bagi umat Islam yang merayakan Lebaran Ketupat, hidangan ketupat kembali dihadirkan di meja makan.
Ketupat biasanya disajikan dengan sayur bersantan, sambal goreng, dan taburan bubuk kedelai, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Perayaan ini mencerminkan perpaduan harmonis antara nilai-nilai budaya Jawa dan ajaran Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Do)
