Omicron Mulai Marak di Indonesia, Wali Kota Samarinda Imbau Warga Tetap Tenang

Omicron Mulai Marak di Indonesia, Wali Kota Samarinda Imbau Warga Tetap Tenang
Caption: Ilustrasi varian baru virus corona, omicron (Adakah.id) (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Fenomena lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Rabu (19/1/22) ada sebanyak 882 kasus terinfeksi varian Omicron di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bawah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan terus mengikuti perkembangan fenomena kasus Omicron.

Andi menambahkan, bahwa pemerintahannya tetap akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat untuk penanganan Omicron. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik.

“Evaluasi terus menerus kita laksanakan sambil melihat fenomena kasus yang ada di DKI Jakarta dan tempat lain.” kata Andi Harun kepada awak media, Kamis (20/1/22)

“Tapi kita tidak boleh panik. Kita harus tetap tenang melihat perkembangannya.” sambungnya mengimbau.

Pada saat dibutuhkan pengetatan, lanjutnya, pemerintah akan berlakukan pengetatan. Akan tetapi jika belum dibutuhkan, pihaknya masih akan pelonggaran.

“Tapi dengan catatan pengetatan protokol kesehatan wajib harus kita laksanakan,” tandanya.

Diwawancara secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda, dr Osa Rafshodia mengatakan pada prinsipnya penanganan Omicron dengan varian lainnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

“Tetap berpegang teguh pada Testing, Tracing, dan Treatment.” ungkapnya

Osa menjabarkan kapasitas kita terkait testing, bahwa Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Samarinda memiliki 4 alat tes PCR dan 17 alat tes PCR dari laboratorium swasta.

Hal tersebut menandakan kapasitas testing cukup aman. Untuk treatment pun juga, tenaga kesehatan sudah siap. Karena telah berbekal dengan pengalaman terdahulu.

“Kemarin berdasarkan laporan WHO (World Health Organization) juga, kasus Omicron ini kan tingkat hunian rumah sakitnya rendah. Jadi kita memang harus tetap waspada sih.” terangnya.

“Tapi kalau memang ada kenaikan kasus prediksi, rumah sakit di Samarinda tidak seperti waktu Bulan Agustus kemarin. Yang varian Delta,” sambungnya lagi.

Osa mengklaim bahwa varian Omicron ini memiliki gejala yang tidak parah seperti varian Delta. Apalagi, antibodi masyarakat sudah semakin baik karena makin banyak masyarakat yang telah melakukan vaksinasi COVID-19. Hitungannya Samarinda sudah mencapai health immunity.

“Pandemic ini kan makin kesini membuat manusia makin beradaptasi. Antibodi semakin jadi lebih baik. Apalagi kita 88℅ sudah divaksin. Jadi Samarinda sudah Herd immunity.” pungkasnya

(Sam)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+