ADAKAH.ID, SAMARINDA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) di Samarinda sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Membedah Peran dan Tanggung Jawab Calon Pemimpin dalam Menyusun Program Pembangunan Kota”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu (16/11/2024) di Cafe Kultur, Jalan Bukit Alaya, dengan menghadirkan Andi Harun, calon Wali Kota Samarinda, sebagai pembicara utama.
Diskusi yang dirancang untuk membuka ruang dialog ini dihadiri berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, masyarakat umum, dan sejumlah tokoh kampus. Dekan Fisipol Abdul Rofik, Ketua Program Studi Administrasi Publik Ahmad Yani, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kehumasan Suyanto turut hadir memperkuat legitimasi acara tersebut.
Andi Harun, yang saat ini mencalonkan diri kembali sebagai Wali Kota, memaparkan sejumlah prioritas pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Ia menegaskan pentingnya kepemimpinan yang responsif terhadap persoalan masyarakat.
“Sebagai pemimpin, kita harus memberikan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan Samarinda kota yang lebih maju dan sejahtera melalui program pembangunan yang terarah dan berkelanjutan,” ucap Andi Harun.
Presiden BEM Fisipol UWGM, Irfansyah, menyampaikan pandangannya bahwa diskusi semacam ini merupakan langkah penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan kebijakan publik. Ia menyoroti sektor pendidikan sebagai perhatian utama.
“Pendidikan yang berkualitas adalah kunci membangun sumber daya manusia unggul. Kami berharap pemimpin berikutnya mampu menyediakan infrastruktur pendidikan yang memadai, memperhatikan kesejahteraan guru, dan memastikan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak Samarinda,” ungkapnya.
Sekadar Informasi, Pilkada Samarinda tahun ini menghadirkan situasi unik dengan Andi Harun dan Saefudin Zuhri menjadi pasangan calon tunggal, berhadapan langsung dengan kotak kosong. Kondisi ini menjadi sorotan publik karena membawa tantangan tersendiri dalam penggalangan partisipasi masyarakat untuk menentukan masa depan kota. (HI)
