ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung baru pembangunan daerah. Melalui Dinas Pariwisata (Dispar), Pemkab menyiapkan sebuah model pengembangan ekonomi kreatif berbasis wilayah, di mana setiap kecamatan diarahkan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan wisata unggulan.
Program ini merupakan implementasi visi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin dalam mempercepat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor kreatif dan pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah tidak lagi hanya fokus pada pengembangan destinasi, tetapi membangun ekosistem kreatif yang bisa tumbuh dari tingkat kecamatan hingga menjadi motor ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan bahwa program ini tidak semata-mata menyediakan anggaran. Pemkab ingin melahirkan ruang tumbuh bagi para pelaku kreatif agar mereka memiliki wadah mengekspresikan ide dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemkab Kukar menyiapkan dana stimulan sebesar Rp100 juta yang dialokasikan untuk kelompok kreatif aktif di masing-masing kecamatan.
Bantuan ini diarahkan untuk menyelenggarakan event tematik, seperti festival musik, pameran kuliner, pertunjukan budaya, hingga kegiatan seni lain yang memperlihatkan identitas lokal sekaligus menarik minat wisatawan.
“Setiap kecamatan punya karakter unik, dan itu yang ingin kita tonjolkan. Pemerintah hadir untuk memperkuat mereka agar mampu mengelola event secara berkelanjutan,” ujar Arianto.
Selain membangun ekosistem berbasis komunitas, Dispar Kukar juga menghidupkan kembali ruang publik yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Titik-titik strategis seperti Simpang Oda Etam, Taman Tanjong, dan Taman Kota Raja dipersiapkan sebagai pusat kegiatan wisata sekaligus ruang UMKM.
Lapak kuliner di bawah Jembatan Kartanegara serta Gedung Ekraf Tenggarong turut disiapkan menjadi pusat seni, aktivitas kreatif, dan spot bagi weekend event.
Pemkab menargetkan agar kegiatan rutin seperti creative performance dapat diadakan setiap pekan untuk memperkuat identitas Tenggarong sebagai kota wisata.
“Kalau event diadakan tiap minggu, ini bisa jadi daya tarik baru bagi warga Samarinda, Balikpapan, hingga Bontang untuk datang ke Tenggarong,” tambah Arianto.
Pemkab Kukar juga menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Salah satu proyek strategis yang sedang digenjot adalah pembangunan jalan Bontang-Kukar yang diyakini dapat membuka jalur wisata baru dan memperlancar arus kunjungan ke pusat destinasi yang sedang dikembangkan.
Arianto menegaskan bahwa masa depan perekonomian Kukar bukan lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan pada eksplorasi ide dan kreativitas masyarakat.
“Kalau akses dan ruang sudah terbuka, pelaku kreatif bisa tumbuh dari desa hingga kota. Dari situlah Kukar akan punya wajah baru yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Adv)
