ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam upaya mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menekankan pentingnya pemanfaatan biogas di Kaltim.
Hal ini disampaikan menyusul kajian awal oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dalam proyek Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI-JET).
Kajian GIZ IKI-JET Kaltim mengungkapkan bahwa terdapat potensi biogas sebesar 82 persen yang belum dimanfaatkan di wilayah tersebut. Sri Wahyuni berharap hasil kajian ini dapat memperkaya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperkuat komitmen transisi energi di Kaltim.
“Kami ingin melihat bagaimana energi, pangan, dan pariwisata dapat saling memperkuat untuk mendukung Ibu Kota Nusantara,” ujar Sri Wahyuni
Selain biogas, kajian juga menyoroti penggunaan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif. Sri Wahyuni mendorong pihak swasta untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif ini, termasuk melalui forum perkebunan atau Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
“Kami sedang mempertimbangkan insentif untuk perusahaan yang memanfaatkan limbah sawit,” tambahnya.
Kajian GIZ IKI-JET tidak hanya terbatas pada energi, tetapi juga mencakup sektor pangan dan pariwisata. Sri Wahyuni dan timnya, termasuk Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang
Rachmad, Kepala Dinas PTPH Siti Farisyah Yana, serta Tenaga Ahli Pj Gubernur Kaltim Emeralda Ayu Kesuma, memberikan masukan penting untuk ketiga bidang tersebut.
Ade Cahyat, Manager GIZ IKI-JET Kaltim, telah mempresentasikan elemen-elemen kunci dari kajian, termasuk transformasi ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan, diversifikasi ekonomi, serta deliniasi zona penyangga Ibu Kota Nusantara.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan Kaltim dapat memainkan peran penting dalam mendukung transisi energi nasional yang adil dan berkelanjutan. (HI)
