ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali sukses menggelar Kaltim Film Festival (KFF) tahun 2022.
Berbeda dari tahun 2021, KFF yang kedua ini tidak hanya melibatkan sineas atau pegiat film dari Kaltim, melainkan se Kalimantan.
Awang, selaku Panitia pelaksana KFF 2022 menyebut total pendaftar sebanyak 38 komunitas. Namun hanya 25 di antaranya yang mengirimkan film untuk turut berkompetisi.
Melalui proses kurasi dari juri berkompeten, dari 25 hanya 20 film yang berhasil lolos.
Sabtu (26/11/2022), Panitia KFF 2022 menggelar malam anugerah penghargaan bagi pemenang kompetisi ini. Dikehatui, total hadiah pada KFF tahun ini sebesar 60 juta rupiah.
Pada kesempatan itu, tampak hadir mewakili Gubernur Kaltim, Staf Ahli bidang Polhukam Didi Rusdiansyah, Kepala Dispar Kaltim Ahmad Herwansyah, ketua Badan Perfilman Indonesia Gunawan Paggaru, ketua Sineas Muda Balikpapan Abdul Rachman Rizky, dan seorang aktris senior Maudy Koesneadi.
Malam puncak KFF 2022 ini akan mengumumkan 11 kategori penghargaan terbaik.
Di mulai dari Penata Suara Terbaik diraih film Tak ada tempat yang aman untuk pulang; Penata Kamera diraih film Aku Menyanyi; Penata Artistik diraih film Arah Tinggal; Editor diraih film Arah Tinggal; Cerita diraih film Rindu Orari; Poster diraih film Inside the Car; Trailer diraih film Tak ada tempat yang aman untuk pulang;
Kemudian Aktor terbaik diraih Dani Imran pemeran Arah Tinggal; Aktris terbaik diraih Emil Sohaya pemeran Tak ada tempat yang aman untuk pulang;
Dan akhirnya Sutradara Terbaik jatuh pada film Tak ada tempat yang aman untuk pulang, sekaligus menjadi film terbaik pada Kaltim Film Festival 2022.

Ditemui usai acara tersebut, pemeran Zaenab pada Film legendaris Si Doel, Maudy Koesnaedi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sineas muda Kaltim. Apalagi, selain sineas senior, ada pula yang masih duduk di bangku pelajar.
“Secara umum sangat seru, banyak ide-ide yang ditampilkan dengan menarik,” ujar Maudy kepada Adakad.id, pada hari Sabtu (26/11/2022).
Namun demikian, Maudy memberi sejumlah catatan untuk mendorong sineas muda lebih baik lagi. Telah ia sampaikan kepada Kadispar Kaltim, perlunya fasilitas seperti workshop yang berkaitan dengan perfilman baik dari sisi artistik maupun teknis.
Maudy juga berharap karya-karya sineas muda Kaltim, bahkan Kalimantan dapat juga dinikmati masyarakat luas, agar memicu tumbuhnya sineas muda berbakat lainnya.
Menanggapinya, Kepala Dispar Kaltim, Ahmad Herwansyah menyampaikan pihaknya akan menampung masukan tersebut. Menurutnya ada beberapa pihak pemilih tempat yang bisa diajak bekerja sama pemutaran film. Rencananya, film terbaik akan ditayangkan dalam waktu dekat.
“Kita coba kerja sama dengan pihak ketiga. Jadi film yang juara akan kita tayangkan,” ungkap Ahmad Herwansyah.
Dirinya juga berkomitmen dalam hal menangkap potensi sineas muda serta memberikan pelatihan guna menyokong pengembangan kualitas karya mereka. Mulai dari pra hingga pasca produksi film. Ia mengaku tahun 2022, Dispar mengajak sejumlah sineas ke kota Makassar untuk belajar bersama.
“Kita harapkan muncul sineas dengan ide dan gagasan yang bagus. Memang kegiatan seperti itu (workshop) harus terus dilakukan. Dan di Tahun 2023 nanti sudah kita rencanakan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan KFF 2022 dilaksanakan di gedung LAN RI Kaltim, sejak tanggal 25 – 27 November 2022. (Sam)
