ADAKAH.ID, SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda mencoba memecah kebuntuan atas fenomena langka Tabung Gas Elpiji 3 kilogram yang menjemukan.
Ibarat Gula dirubung semut, tabung gas subsidi berwarna melon itu sekejap ludes dalam beberapa menit di pangkalan-pangkalan Kota Samarinda.
Tak tinggal diam, Pemerintah Kota Samarinda melalui Varia Niaga mencoba menginterfensi. Salah satunya dengan membuka pangkalan distribusi sendiri.
“Iya benar,” ucap Kepala Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsudin Hamade saat dihubungu melalui telepon whatsapp, Kamis (22/6/2023) pukul 22.30 Waktu Indonesia Tengah.
“Sebenarnya kami rutin melalukannya di beberapa Kelurahan,” sambungnya.
Meski waktu menuju tengah malam, Syamsudin Hamade tetap bersedia menerangkan. Kegiatan distribusi tersebut adalah program pemerintah, dalam hal ini Varia Niaga harus hadir merespon fenomena yang terjadi. Seperti saat kelangkaan minyak goreng yang lalu.
Dari selebaran elektronik yang diterima media ini, bertulis: Varia Niaga akan melakukan distribusi langsung elpiji 3 kilogram kepada kepala keluarga (KK) dan pelaku usaha mikro di Kelurahan Karang Asam Ilir.
Tertera juga setiap KK sebanyak 1 tabung, sedangkan Usaha Mikro sebanyak 2 tabung. Dengan syarat membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan atau Nama Usaha.
Harga per tabung gas subsidi Rp18.000.
“Karena pangkalan kami ada di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang, jadi kami fokusnya di sana,” kata Syam sapaan akrabnya.
Kuotanya pun, lanjutnya, hanya sebanyak pangkalan pada umumnya. Hingga saat ini masih belum bisa menyediakan setara dengan agen.
“Total besok itu ada 150 tabung, kami bagi di Kampung Tangguh, Bebaya Grosir (di Kecamatan Sungai Kunjang), dan Kelurahan Karang Asam Ilir,”
“Khusus di Kelurahan Karang Asam Ilir ada 80 (tabung),” jelas Syam. Kamis (22/6/2023)
Syam menuturkan aksi ini sudah berlangsung usai Idulfitri berlalu. Diakuinya memang kuoatanya terbatas hanya 1.120 tabung gas subsidi 3 kilogram setiap bulan. Menurutnya, masyarakat sangat antusias membeli dari Varia Niaga.
Perlu dicatat, kata Syam, harga jualnya HET (harga eceran tertinggi) karena tabung tersebut barang subsidi jadi hanya Rp18.000.
“Berbeda dengan harga jual di pasaran yang di atas HET. Kami kan hadir untuk membantu masyarakat,” akuinya.
Ia berharap PT Pertamina Patra Niaga dapat menambah kuota tabung gas subsidi tersebut. Dan Syam juga ingin status Varia Niaga tak hanya pangkalan tetapi jadi agen, agar kuota bisa lebih banyak.
“Kalau jadi agen kami bisa penetrasi ke pangkalan-pangkalan yang ada dan memaksa mereka untuk menjual seharga 18 ribu,” ungkapnya.
Bila bisa menjadi agen, Varia Niaga juga berencana untuk menjual melalui Bebaya Mart yang nantinya ada di setiap keluarahan atau RT.
“Jadi kalau terjadi kelangkaan, bisa terkonsentrasi di titik (Bebaya Mart), atau pada saat operasi pasar, intinya kami ingin menjualnya dengan harga murah untuk menjaga inflasi,” lugasnya.
(HI)
