ADAKAH.ID, SAMARINDA – Untuk kedua kalinya Borneo FC Samarinda gagal meraih juara Piala Presiden 2024 setelah tahun lalu juga dikandaskan Arema FC.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada semua orang di Arema atas kemenangannya di Piala Presiden,” kata Pelatih Borneo, Pieter Huistra kepada awak media.
Pertandingan final diselenggarakan di Kota Solo, Jawa Tengah. Borneo FC harus bertekuk lutut lewat tendangan Pinalti (4-5).
“Kami hampir meraihnya, tapi penalti selalu menjadi hal berlebihan ketika kamu kalah dan bagus jika kamu memenangkannya. Hari ini, kedua tim hampir meraihnya. Bukan permainan yang bagus, tipikal final sepakbola,’ imbuhnya.
Bermain dengan 10 pemain di waktu krusial, Stefano Lilipaly harus keluar lapangan karena dianggap wasit melakukan pelanggaran yang keras.
“Kami seharusnya bisa tampil lebih baik dari pertandingan ini, tetapi kami telah berjuang dan kami membalikan keadaan di pertandingan. Kami bermain dengan 10 pemain,” tambahnya.
Terkait proses pertandingan menurut Pieter ada beberapa kekurangan yang dianggapnya penting.
“Saya ingin mengatakan sesuatu tentang beberapa momen penting di pertandingan ini. Saya rasa bagi sepakbola Indonesia, sangat penting untuk menyadari bahwa ketika kamu memperkenalkan VAR, kamu harus dapat menyediakan VAR terutama juga untuk wasit dengan materi video yang bagus,” ungkapnya.
“Saya berada di belakang wasit ketika dia sedang membuat keputusan. Saya tak menyalahkan wasit, tapi menyalahkan VAR dengan tidak memberikan dia (wasit) gambar yang benar. Jika kamu ingin memberikan kartu merah untuk Stefano Lilipaly, oke itu tak masalah. Tapi tolong tunjukkan keseluruhan gambar. Karena setelah itu, saat ia menendangnya, tetapi tak ditunjukkan kepada wasit. Jika kamu melakukan hal seperti itu, maka kamu harus mencari banyak hal di sepakbola. Dan itu yang terjadi hari ini. Jadi sangat penting jika semua orang menyadarinya bahwa VAR saja tidak cukup. Mereka harus menunjukkan video yang bener kepada wasit agar bisa membuat keputusan yang benar,” sambungnya.
Kendati begitu, Pieter tetap memberikan penghargaan yang besar kepada tim nya yang sudah berjuang keras melewati fase demi fase setiap pertandingan.
“Hal terakhir yang saya ingin katakan adalah saya sangat bangga dengan tim saya, bangga dengan Borneo. Di pra musim ini semua orang bekerja dengan keras, bermain di pertandingan dengan bagus dan tak terkalahkan. Saya rasa kami mendapatkan banyak kepercayaan diri untuk menuju musim kompetisi di Liga. Kami siap untuk bermain di liga dan kami akan memainkan laga perdana pada 12 Agustus dan saya percaya diri dengan tim yang kami miliki. Ini akan menjadi musim yang bagus,” terangnya. (*)
