ADAKAH.ID, SAMARINDA – Sungai Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim) adalah urat nadi distribusi bagi berbagai sektor mulai dari perkebunan, kehutanan dan pertambangan.
Sebagaimana diketahui, jembatan mahakam 1 Samarinda memiliki peran yang sangat penting bagi ekonomi Kaltim.
Hal itu disampaikan Ketua Serikat Pekerja Lintas Kapal Kaltim, Ramli Putra saat diwawancarai adakah.id, menanggapi usulan masyarakat yang ingin menutup total jalur pelayanan pelayaran sungai untuk kepentingan keselamatan pengendara, masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, Barisan Oposisi Rakyat Nasional Elaborasi Organisasi (Borneo) Kaltim yang disampaikan langsung ke kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada. Setelah sebelumnya batal melakukan aksi lantaran mendapat reaksi penolakan penutupan aktivitas penggolongan kapal tongkang.
Sebagaimana yang dikatakan Ketua Borneo, Dede. Ia menyebut pilar Jembatan mahakam 1 tidak lagi memiliki pelindung lantaran rusak ditabrak kapal tongkang bermuatan. Pender menjadi penting karena tumpuan beban bentang jembatan.
Hal itu senada dengan pendapat Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fachrudin yang menurutnya keselamatan publik lebih penting.
Menurut Ramli, kegiatan ekspor-impor di Kaltim sangat bergantung pada jalur pelayaran Sungai Mahakam. Jika ditutup, dampaknya sangat besar bagi pelaut yang bergantung hidup di industri maritim.
Ia memberikan masukan ketika kegiatan perbaikan Pender jembatan dilakukan pada siang hari.
“Pada saat pekerjaan pender siang hari, jembatan ditutup. Dan malamnya dibuka kembali agar kapal bisa beroperasi,” ujarnya saat diwawancarai adakah.id.
Sementara itu ditambahkan Ketua Serikat Buruh Maritim Kaltim (SBMK) Remon, perbaikan pender harus total seluruhnya disisi kiri dan kanannya.
Remon Kemudi kapal itu menambahkan, hanya ponton yang tidak bermuatan saja yang boleh melakukan aktivitas penggolongan baik dari arah hulu maupun dari hilir (naik-turun)
“Ketika terjadi benturan, ponton bermuatan lebih keras berdampak terhadap jembatan,” ucapnya.
Menurutnya Remon, dimensi bentang tengah Jembatan Mahakam beresiko ketika dilewati 2 tongkang ketika terjadi masalah seperti tali penarik tongkang terputus akibat arus deran maupun cuaca extrim. Untuk mengurangi resiko munculnya hal yang tidak diinginkan. Maka dengan itu diperlukan kebijakan untuk merealisasikan jalan tengah agar denyut nadi ekonomi Kaltim, tetap berjalan normal.
Atas insiden tertabraknya tongkang bermuatan yang hanyut karena terbawa derasnya arus sungai (2/2025) bermuatan kayu itu tersangkut bentang tengah jembatan mahakam, menjadi perhatian bersama terlebih pihak berwenang yang memiliki izin melintas di kolong jembatan.
Dalam momentum inilah, DPRD Kaltim melakukan koordinasi dan komunikasi terkait aktivitas penggolongan agar tetap aman bagi masyarakat pengguna jembatan dan dan lancarnya kegiatan perekonomian Kaltim.
Dalam hal pembiayaan pender, pemerintah pusat dan PU-PR Kaltim telah menghitung anggaran pembiayaan fender sebelumnya.
KSOP dan Pelindo turut memberi pehatian sebagai wujud peran menciptakan keselamatan dan serta pelayanan kepada publik.
Jalur pelayaran Sungai Mahakam saat ini menjadi aset nasional. Peristiwa tubrukan pilar jembatan menjadi pelajaran terlebih pihak berkepentingan, agar kejadian sebelumnya tidak terulang, dan pelindung pilar segera dikerjakan agar jembatan mahakam 1 berfungsi untuk masyarakat umum dan angkutan publik dan guna pemenuhan kebutuhan umumnya lainnya. (Do)
