Infrastruktur Kaltim Kurang Memadai, DPMPTSP Kaltim Sulit Jangkau Investasi ke KEK Maloy Kutim

Kabid Perencanaan, Pengembangan Iklim, dan Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati. (ist)
Caption: Kabid Perencanaan, Pengembangan Iklim, dan Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kurang memadainya infrastruktur di Kaltim, membuat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mengalami kesulitan demi menjangkau investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Kutim.

Kabid Perencanaan, Pengembangan Iklim, dan Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati menjelaskan, kurangnya infrastruktur di Kaltim jadi kendala tersendiri. Sebab kemudahan infrastruktur jadi salah satu pertimbangan para investor sebelum yakin berinvestasi.

“Kalau dengan daerah Jawa, kita itu kekurangan infrastruktur. Bukan hanya kalau mau ke KEK Maloy saja. Hampir seluruh wilayah Kaltim, kalau mau investasi itu kita kalah bersaing di infrastruktur dengan di Jawa,” ujar Riawati.

Tak hanya itu, sumber daya manusia (SDM) di Kaltim juga berpengaruh. Menurutnya, SDM di Benua Etam masih kalah jauh tertinggal. Alias kalah saing.

“Kalau seperti Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar), mereka dari infrastruktur memadai dan tenaga kerja juga otomatis melimpah. Bahan baku pun lebih banyak,” tambahnya.

Kalau di Kaltim, ujar Riawati, bahan bakunya yang melimpah dan kemudian dimanfaatkan dengan jumlah sumber daya yang ada. Kendati begitu, sejumlah hal harus dicermati, terutama terkait kesiapan diri semenjak IKN Nusantara hadir di Kaltim.

“Kita bisa enggak nih, mempersiapkan diri. Harus siap kan apalagi ada IKN. Makanya kami dengan Bank Indonesia (BI) nanti juga akan memikirkan bagaimana meningkatkan investasi masuk ke sini. Tidak hanya karena melirik mau di IKN,” ujar Riawati.

Momentum kepindahan ibu kota Indonesia ke IKN Nusantara tentu dimanfaatkan dengan baik. Sebab tak dapat dimungkiri, akhirnya banyak orang yang minat bertandang ke Kaltim karena eksistensi IKN.

“Rumitnya ini ketika kita bicara infrastruktur, belum mendukung dan dana pusat sebagian dialihkan ke IKN. Tapi KEK Maloy diharapkan bisa mendukung pengembangan IKN. Termasuk Kariangau dan Buluminung,” tutupnya.

(adv/dpmptspkaltim/yas)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+