ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh pegawai dan jajaran perangkat daerah se-Kaltim, Rabu (19/10/2022).
Rakor Kepegawaian tahun 2022 ini mengusung tema ‘Transformasi SDM Melalui Pengembangan Talenta dan Percepatan Transformasi Digital’. Berlangsung di salah satu hotel kota Bandung.
Diketahui, Rakor Kepegawaian melibatkan 167 peserta dari OPD lingkup Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota se-Kaltim. Hadir pula Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Kepala BKD Jawa Barat Yerry Yanuar dan undangan lainnya.
Serangkai dengan tema rapat, Gubernur Kaltim, Isran Noor menekankan pada setiap pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun yang berstatut honorer untuk meningkatkan kualitas kerja.
Menurutnya, dalam mencapai kerja cerdas, para pegawai tidak cukup berpikir seadanya. Melainkan, Isran mengajak semua PNS dan non-PNS berpikir out of the box, atau cara berpikir yang tidak konvensional.
“Jangan biasa-biasa saja, harus out of the box. Keluar dari kotak,” ujarIsran Noor saat membuka Rakor tersebut, Rabu (19/10/2022) melansir akun resmi Instagram Pemprov Kaltim,
Setali tiga uang, Isran menyebut, transformasi digital memang penting. Namun yang yak kalah penting yakni sumber daya aparatur memiliki cara berpikir yang berkembang, tidak biasa-biasa saja.
Memang, perlu diakui digitalisasi akan mengefisienkan kerja-kerja pelayanan. Jika pikiran para pegawai tetap sama saja, bagaimana kemajuan pekerjaan sesuai harapan.
Meskipun demikian, orang nomor satu di Bumi Etam itu mengapresiasi pilihan tempat pelaksanaan rakor tahun ini di Bandung. Sebab, terdapat agenda studi banding ke Pemprov Jawa Barat (Jabar).
“Tepat untuk belajar, karena Jawa Barat sangat sukses dengan sistem meritnya (merit sistem). Kalaupun tidak bisa 100 persen sama, minimal sudah belajar untuk lebih baik,” harap Gubernur.
Sekadar informasi, Merit sistem merupakan salah satu sistem dalam manajemen sumber daya manusia yang menjadikan kualifikasi, kompetensi dan kinerja sebagai pertimbangan utama dalam proses perencanaan, perekrutan, penggajian, pengembangan, promosi, retensi, disiplin dan pensiun pegawai
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim Deni Sutrisno mengatakan tema tahun ini dipilih menyikapi perubahan lingkungan yang serba cepat, dimana diperlukan tata kelola pemerintahan yang dinamis, responsif, efektif dan efisien dalam pelayanan publik.
“Transformasi digital diharapkan bisa mempercepat dan menyederhanakan administrasi pelayanan publik. Manajemen talenta dan transformasi digital harus berjalan bersama untuk saling mendukung,” tegas Deni Sutrisno.
(Adv/Kominfo Kaltim/Sam)
