ADAKAH.ID, SAMARINDA – Laga perdana Arema FC di kompetisi BRI Liga 1 Indonesia gagal meraih poin maksimal.
Berstatus jawara piala Presiden 2022 sepekan lalu, tim berjuluk Singo Edan harus mengakui keperkasaan Borneo FC di Stadion Segiri kota Samarinda hari Minggu (24/7/2022).
Sebagai tim tamu di Samarinda, Arema FC cukup percaya diri ingin meraih kemenangan. Namun ternyata, permainan Borneo FC dikandangnya sendiri lebih dominan kendati pemain utamanya Bustos dan Javlon tidak diturunkan coach Milomir Seslija.
Walhasil dibabak pertama, striker Borneo FC Ahmad Nur Hardianto merobek jala gawang Adilson Aguero Dos Santos (Maringa) pada menit ketiga dan keenam lewat sundulan kepala. Kedua gol, melalui umpan crosing terukur Teren Puhiri dan Stefano Lili Paly.
Kepada awak media, pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengatakan memulai pertandingan dengan kalah 2-0. Pemainnya di lapangan sangat sulit mendapatkan bola, ketika sikulit bundar berada dalam kendali, seringkali terlepas dan direbut pemain Borneo FC.
“Babak pertama sangat buruk. Babak kedua kami mencoba untuk berimprovisasi untuk bisa menguasai bola. Tetapi lawan (Borneo FC, red) bisa menghalau sehingga kami kesulitan untuk mencetak gol,” kata Almeida seusai pertandingan pada sesi jumpa media hari Minggu (24/7).
Lebih lanjut kata dia, Borneo FC kemudian mencetak satu gol lagi.
“Kami kehilangan tiga poin. Namun kami harus fokus untuk laga selanjutnya” imbuhnya.
Penyerang Anyar Abel Camara Absen di Laga Perdana, Kontribusi Evan Dimas Minim ?
Penyerang anyar Abel Camara tidak diturunkan Almeida saat meladeni tim tuan rumah.
“A Camara mempunyai masalah di perut hingga muntah-muntah dari malam hingga pagi tadi sehingga dia tidak bisa bermain kali ini,” ungkapnya.
Ditanya awak media apakah kekalahan perdana itu lantaran faktor kelelahan. Coach Almeida menampik hal tersebut. sebagaimana diberitakan sebelumnya, para pemain hanya memiliki satu sampai dua hari untuk rehat pasca perayaan Jawara piala Presiden 2022 sepekan lalu, ia menyebut pertandingan kali ini sebenarnya bukan tentang kelelahan.
“Saya rasa ini tentang penyerangan dari menit awal. Saya tak tahu apa yang terjadi, tetapi saya akan berbicara dengan para pemain. Kami tidak bangkit di game ini. Kami akan melihat apa alasannya,” terangnya.
Pertandingan sebelumnya saat piala Presiden sepekan lalu, Singo Edan dikenal memiliki pertahanan yang kuat.
“Benar kami kebobolan dua gol dengan cepat dalam enam menit. Tapi ini terjadi di sepak bola. Tapi yang terpenting adalah mengerti bagaimana ini bisa terjadi dan bagaimana bisa mengatasi situasi ini.
“Kami akan evaluasi setelah pertandingan, esok kami akan memulai menganalisa pertandingan tanpa ada emosi dengan kenyataan. Jadi kami akan memberi evaluasi dengan hati,” tutupnya mengakhiri.
Peran lini tengah Singo Edan belum sepenuhnya maksimal dilakukan Evan Dimas dan Gelandang baru Gian Zola.
Sementara itu disampaikan pemain Arema FC, Ilham Udin Armaiyn tak menampik ada ada masalah pada koordinasi setiap pemain. “Kemungkinan kekalahan kami hari ini (24/7) ada pada komunikasi antar pemain. Kedepan pasti kami akan bermain lebih baik lagi,” tutupnya mengakhiri.
Sebagai informasi, dibabak kedua mendekati menit peluit panjang wasit. Masing – masing pemain dari kedua tim mendapat kartu merah yakni, Rizky Dwi Febrianto (Singo Edan) dan Leo Guntara (Pesut Etam). (Yos)
