ADAKAH.ID, SAMARINDA – Infrastruktur jalan di Palbesi, Kelurahan Loa Bakung, Sungai Kunjang disebut-sebut belum tersentuh semenisasasi selama puluhan tahun.
Terlaksananya semenisasi sepanjang 1600 meter di jalan Palbesi, mendorong warga menggelar syukuran sebagai wujud rasa bahagia dan terimakasih kepada pemerintah.
Warga Palbesi berinisiatif mengundang Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Sebelumnya diberitakan, ratusan warga menyambut kedatangan Wali Kota Samarinda hari Rabu (15/6/2022) malam dengan syukuran.
Diwartakan pula sebelumnya, Andi Harun menyampaikan terelesaikannya semenisasi jalan berawal dari adanya laporan masyarakat, adanya jalan lingkungan Palbesi selama belasan tahun diusulkan, namun belum mendapatkan perbaikan.
“Alhamdulillah seperti yang kita lihat jalan ini sudah dipakai masyarakat dan dilakukan syukuran atas penantian panjang bagi warga di Palbesi. Saya sangat bersyukur jalan ini sudah bisa dilalui dan digunakan warga,” ucapnya
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin yang turut hadir tak menampik semenisasi jalan selama puluhan tahun dinantikan warga baru tahun ini selesai.
“Artinya, ibaratnya puasa itu sudah tuntas,” ujar Fuad sapaannya kepada Adakah.id usai syukuran warga.
Fuad yang juga dapil Sungai Kunjang mengaku pernah bertanya kepada salah satu warga yang telah tinggal 40 tahun jalan Palbesi RT 52. Kepada Fuad, warga menyebut baru kali ini merasakan perbaikan jalan.
“Sejak 2019 lalu kita berusaha meletakkan aspirasi disini. Pertama baru sisi sebelah kanan. Kemudian dilanjutkan pemerintah dengan anggaran kurang lebih Rp 3 miliar,” terangnya.
Lebih cepat daripada sebenarnya dari program yang kita rencanakan. Kalau mengharap aspirasi sendiri anggota DPRD itu berat,” sambungnya.
Disinggung mengenai pembangunan berikutnya, Fuad membeberkan wilayahnya masih dihadapkan dengan masalah banjir.
Dirinya akan menyampaikan potensi solusi kepada Pemkot Samarinda. Salah satunya, pengelolaan lubang bekas galian batu bara.
“Di sini ada bekas galian yang bisa digunakan untuk pengendalian banjir,” bebernya.
Politisi Partai Gerindra itu membayangkan, bekas galian dapat dimanfaatkan menjadi danau dengan desain sebagai pengendalian banjir di kawasan tersebut.
“Nanti pemerintah kota yang akan membuat desain atau peruntukkan danau itu agar air tidak semua turun ke bawah, tapi tertahan di sini,” tandasnya. (Sam)
