ADAKAH.ID, SAMARINDA – Gelaran Festival mahakam (Fesma) Samarinda 2021 berakhir hari ini, Minggu (7/11/2021).
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dimulakan pada tanggal 5 dan 6 November kemarin, dengan beragam kegiatan pertunjukan budaya nusantara, seni tari dan sebagainya. lalu dihari kedua kuliner nusantara dan hari ini hiburan keluarga.
Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.
Salah satu pertunjukan sore hari yang cerah pukul 16.00 WITA itu adalah Indonesia Drumer Kids Samarinda.
Dengan tangkas 4 drumer dan 2 pemain perkusi dari beragam usia 7 sampai 15 tahun itu memainkan alat musik pukul itu secara solo, diiri sedikitnya dua lagu pilihan masing – masing.
Media ini disela – sela kegiatan melakukan wawancara calon drumer berbakat dari Samarinda itu.

Satu diantaranya adalah Edwad yang masih berusia belia (9) tahun. Kendati masih malu untuk menjawab pertanyaan awak media. Edward meminta ayahnya, Kencana Wibisono untuk menceritakan kegiatan anaknya di luar sekolah.
Ayah satu anak itu mengatakan, minat putra tunggalnya itu menyukai alat musik drum sejak umur 4,5 tahun.
Untuk mendalami pengetahuan bermain drum dasar dan tehnik, Kencana membuatkan Edward studio drum non elektrik di kediamannya. Hal itu dilakukan untuk mensuport kegiatan positif anak semata wayangnya.
Kendati begitu, ia berharap kegemaran anaknya itu jangan sampai mengganggu studinya di sekolah.
“Anak saya yang suka, ya sudah saya dukung saja,” kata Ayah Edward, Kencana seusai putranya menampilkan lagu dari Maneskin berjudul Beggin.
Edward cukup baik menyesuaikan tempo lagu terlebih Zombie dari band asal Irlandia The Canberries.
Menurut Kencana lagi, Edward bukan hanya kali pertama tampil di ajang Fesma 2021. Sebelumnya lomba solo drumer tingkat anak – anak pernah dijajal siswa Cita Hati Samarinda, Jalan Aminah Syukur itu.
Dengan begitu, Fesma yang dilaksanakan salah satunya di Taman Bebaya Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam, Sungai Kunjang itu bisa memberikan porsi jam terbang untuk anak – anak terlebih putranya.
Sebab sebelumnya anaknya berlatih di rumah dan les privat di bawah pembimbing Indonesia Drumer (ID) Kaltim, dua kali dalam seminggu.
“Event ini sangat menarik, selama kurang dari dua tahun terakhir ini, kontes – kontes dilakukan secara virtual saja,” jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, ayah player cilik lainnya bernama Elang, Purnomo Tri Cahyono turut mengapresiasi kegiatan Fesma 2021 untuk anak – anak.
Sejak pandemi Covid – 19 melanda Samarinda, menurutnya kegiatan sosial masyarakat menjadi terbatas. Melandainya virus di Samarinda di level 2 bisa meningkatkan kemampuan anaknya di depan umum.
“Event ini sangat baik untuk menyalurkan bakat anak – anak, kebetulan anak saya memang suka lagu rock,” terangnya.
Elang (13) tahun memainkan drum diiringi musik dari band Avenged Sevenfold dan Metallica.
Dengan tangkas ia memainkan drum elektrik yang disediakan panitia penyelenggara.

Sementara itu di lokasi yang sama, guru les privat anak – anak yang tergabung dalam Indonesia Drumer (ID) Kaltim, Hidayat Solihin mengatakan ajang seperti ini bisa meningkatkan permainan drum terlebih anak – anak.
Ia berharap akan semakin banyak event – event terselenggara untuk melatih mental bibit drumer musisi anak muda baik di Kaltim dan nasional.
“Anak – anak yang tampil hari ini usia 5 sampe 15 tahun. Komunitas ini untuk menyalurkan bakat bermain drum. Untuk usia di atas 15 ada lagi dengan materi latihan diinisiasi Indonesia Drumer Samarinda,” terangnya.
Dalan komunitas drumer terlebih anak – anak itu diberi materi latihan tidak terpatok dengan genre musik apapun.
Materi latihan sesuai kesukaan anak – anak itu sendiri, agar ketika latihan bisa terpacu dan terlihat bakat bermainnya.

Untuk persiapan mengikuti event Fesma 2021 itu. Peserta didiknya hanya membutuhkan waktu selama satu minggu untuk persiapan tampil.
“Event ini bisa menyalurkan bakat – bakat bibit muda,” ungkapnya. (*)
